Terdapat 27 Tamu online   ||   lulluare...! Sekarang hari :

 


Selamat datang di Website Kampung Mandar Sulbar Indonesia.      Diberitahukan bahwa telah dibentuk komunitas baru kami, Komunitas Penggiat Budaya dan Wisata Mandar. Bagi yang ingin berbagi tulisan ataupun lainnya, silahkan gabung bersama kami atau hubungi kontak admin pada bagian bawah web ini.
Lokasi Anda : Home Artikel Pitu Ulunna Salu, Adaq Tuo (Hukum Hidup)

Tampil : 7963 kali.

Pitu Ulunna Salu, Adaq Tuo (Hukum Hidup)

Apabila kerajaan di daerah Pantai Mandar membentuk persekutan yang lebih dikenal Pitu Baqbana Binanga (tujuh muara sungai), kerajaan-kerajaan di daerah Pegunungan Mandar-pun juga membentuk persekutuan yang lebih dikenal Pitu Ulunna Salu (tujuh hulu sungai).

Adapun kerajaan-kerajaan Mandar di daerah hulu sungai yang ikut dalam persekutuan Pitu Ulunna Salu, terdiri dari :

  1. Kerajaan Rante Bulahang
  2. Kerajaan Aralle
  3. Kerajaan Tabulahang
  4. Kerajaan Mambi
  5. Kerajaan Matangnga
  6. Kerajaan Tabang
  7. Kerajaan Bambang

Berawal dari sebuah perjanjian, dimana Perjanjian Pitu Ulunna Salu ini sebenarnya memiliki 2 agenda pokok yaitu :

  • Pembentukan Persekutuan Tujuh Kerajaan di Hulu Sungai yang kemudian dikenal dengan Pitu Ulunna Salu; dan
  • Mengubah Adaq Mate menjadi Adaq Tuho.

Namun dalam pertemuan atau musyawarah ini, kesepakatan yang dihasilkan berkembang pada penetapan beberapa Lembang (daerah/wilayah) dengan status penguasaannya di Pitu Ulunna Salu yang terdiri dari :

  1. Rante Bulahan sebagai Indo Lembang
  2. Aralle sebagai Indo Kadaneneq
  3. Tabulahan sebagai Talao Rapanna Kadaneneq, Indo Litaq Petaha Manaq Pabisaq Parandangang
  4. Mambi sebagai Lantang Kadaneneq
  5. Matangnga sebagai Andiriq Tangtempoqna Kadaneneq
  6. Tabang sebagai Bubunganna Kadaneneq
  7. Bambang sebagai Suqbuanna Kadaneneq

Adaq Mateq artinya hukum mati. Dimana bila seseorang melakukan pembunuhan maka hukumannya adalah hukuman mati. Sedangkan Adaq Tuho yang pengertian harfiahnya hukum hidup, merupakan sebuah aturan dimana bila seseorang melakukan pembunuhan, hukumannya bisa dengan denda berupa kerbau atau binatang lain yang disepakati melalui musyawarah adat.

Musyawarah dipimping oleh Londong Dehata atau Tomampuq dan Indona Puang Banua atau Baitang Aralle.

Secara umum, kesepakatan yang dihasilkan dalam Perjanjian Pitu Ulunna Salu adalah :

  1. Menetapkan terbentuknya persekutuan Pitu Ulunna Salu.
  2. Menetapkan Adaq Mate menjadi Adaq Tuho.
  3. Menetapkan fungsi dan tugas para Lembang di Pitu Ulunna Salu.
  4. Menetapkan Rante Bulahang dan Aralle, Sipobaine di Adzaq (ketua dan wakil).
  5. Menetapkan berlakunya Adaq Tuho.

Perjanjian Pitu Ulunna Salu lebih jauh dijelaskan dengan lontara sebagai berikut :

Nibatta bittiq tau, tappa di bittiq tedong
Nibatta bittiq tedong, tappa di bittiq bahi
Nibatta bittiq bahi, tappa di bittiq manuq
Nibatta bittiq manuq, tappa dipaqbarang-barangang

Terjemahan :
Kaki manusia diparang, tiba dikaki kerbau
Kaki kerbau diparang, tiba dikaki babi
Kaki babi diparang, tiba dikaki ayam
Kaki ayam diparang, tiba pada harta benda


Ada dua pendapat tentang waktu diadakan perjanjian ini. Perbedaan tersebut berkisar pada sesudah dan sebelum terbentuknya Pitu Baqbana Binanga.

Pendapat pertama, yaitu sesudah pembentukan Pitu Baqbana Binanga berdasar pada : Bahwa pembentukan Pitu Ulunna Salu dilaksanakan sesudah terjadinya perang Tinata, dimana perang Tinata itu sendiri terjadi sesudah terbentuknya Pitu Baqbana Binanga. Ini berarti bahwa Perjanjian Pitu Ulunna Salu terjadi pada sekitar abad XV - XVI Masehi.

Pendapat kedua, yaitu sebelum terbentuknya Pitu Baqbana Binanga berdasar dengan melihat penggagas Pitu Ulunna Salu adalah Londong Dehata atau Tomampuq jauh lebih tua dari pada Tomepayung dan Puatta di Kuqbur yang menggagas pembentukan Pitu Baqbana Binanga Binanga dalam perjanjian Tammejarra kedua. Pendapat ini memprediksi bahwa perjanjian Pitu Ulunna Salu terjadi pada abad XIV masehi karena pada sekitar abad tersebutlah masa pemerintahan Londong Dehata.


Sumber : Buku ASSITALLIANG MANDAR (2009), oleh Drs. ABD. MUIS MANDRA

 

Comments 

 
#1 sardin 2012-07-12 03:30
mau tax perbatasan pitu ulunna salu dan pitu ba'bana binanga dimana dan apa arti perkataan tanetena ada tanetena purj loa
Quote
 
 
#2 YASIN MASDAR 2012-11-04 06:46
mengapa pitu ulunna salu dikatakan juga mandar sedangkan kita melihat peradaban manusia pertama kesulbar itu di pitu ulunnah salu
Quote
 
 
#3 Taeli 2013-05-05 04:37
Quoting YASIN MASDAR:
mengapa pitu ulunna salu dikatakan juga mandar sedangkan kita melihat peradaban manusia pertama kesulbar itu di pitu ulunnah salu


krn itu sebuah perjanjian yg tertulis dlm teks kuno di Mandar... jgnlah selalu memprovokasi krn sy tau anda adalah pendatang yg tdk tau diri... mengenai peradaban pertama yg msk ke sulbar, kt tdk boleh mengklaim bahwa daerah pegunungan adalah tempat bermukim pertama di sulbar kemudian turun ke daerah pesisir membawa peradaban... ada persepsi yg mengatakan bhwa "dari pesisir ke pegunungan kemudian kembali lg ke pesisir" krn peradaban dimulai di dunia selalunya dr daerah pesisir mngkin alasan konflik dan bencana sehingga mengungsi ke daerah pedalaman atau pegunungan dan kt tau bahwa ancaman bencana yg ada di sulbar adlh tsunami, silahkn belajar dan renungilah..
Quote
 
 
#4 kyky bangsawan 2013-05-09 08:29
yang ingin saya tanyakan adalah.. apakah ada perbedaan kasta dari pitu ulunna salu dan pitu ba'bana binanga..??
saya tanya karena saya bingung apakah pitu ulunna salu lebh diatas kastanya dri pada pitu ba'bana binanga

dan saya adalah keturunan dari pitu ba'bana binanga (banggae) terimah kasih
Quote
 
 
#5 tomakaka tomampuq 2013-06-03 09:20
sebelumnya trimakasi kpd admin. yg tlah mnemani sy utk berdiskusi mengenai integritas kami sbg cucu dari nenek moyang kami di PUS. namun perlu dipahami bahwa peradaban sepert sejarah yang sering kita baca melalui buku dan sumber referinsi yang lain, secara akademis sumber sejarah yang dapat dipahami ada dua yaitu
pertama : sumber sejarah bersahaja atau sejarah dari pemuka kampung itu sendiri yang dimana sering dikenal dengan sejarah yang dikenal secara tdak rasional ataupun kisah-kisahnya yang sering muncul secara mitos.
Quote
 
 
#6 tomakaka tomampuq 2013-06-03 09:21
kedua : adalah sumber sejarah yang dapat diketahui dari penelitian analisis dari luar ataupun ilmuan yang sering menggunakan metodelogi yang rasional.
akan tetapi dipahaminya sejarah benar adanya mitosisme yang sering kali mewarnai sejarah itu. seperti sejarah suku PUS sulbar, yang dimana manusia pertama PUS yang muncul dari bambu, secara akademis sejarah itu dipandang sejarah yang bersahaja ataupun sejarah yang diwarnai dengan mitos. nah ketika anda mengatakan peradaban manusia yang sering mendiami suatu tempat, berawal dari pesisir kemudian pindah ke pedalaman(pegun ungan), itu berarti metode yang anda gunakan adalah metode yang rasionalistik. jika begitu adanya apakah rasionalistik itu bisa menjelaskan secra detail kejadian sejarah yang telah terjasdi di jaman dahulu??
Quote
 
 
#7 tomakaka tomampuq 2013-06-03 09:21
kemudian saya sangat merasa bangga, jika ada orang yang dluar suku kami yang ingin menganalisis keberadaan kami, sebab semakin iya menganalisis samakin bereksistensila h suku itu. kemudian saya ingin mengatakan bahwa teelah banyak ilmuan yang melakukan penelitian tentang keberadaan suatu suku iya mengatakan bahwa sekelompok suku, apabila sekelompok masyarakat itu memiliki kebudayaan tersendiri, bahasa tersendiri, adat tersendiri, dll yang merupakan khas dari daerah itu sendiri. dalam hal ini PUS memiliki kebudayaan tersendiri, dll dan tidak sama dengan orang mandar.
saparatos.
Quote
 
 
#8 Taeli 2013-06-03 17:25
oh, maaf tomakaka tomampuq.. anda perlu belajar banyak tentang sejarah dan eksistensi serta bgmn mandar itu hadir dlm sejarah di sulawesi,. kata mandar lahir dari sebuah komitmen antar kehadatan yg melahirkan kata "passimandarang" dimana dari kehadatan itu terdiri dari macam2 adat, budaya serta bahasa, sehingga mandar lebih kepada pengertian konfederasi... nah, kt sbgai generasi baru sehrsnya menghargai ikrar leluhur itu,.. masalah PUS yg memiliki perbedaan budaya
dan bahasa dngn orang mandar di pesisir, semestinya anda sadar bahwa bahkan di PUS sendiri itu beragam bahasa, adat dan kebudayaan... jadi apakah harus jg di sekte..????
Quote
 
 
#9 Taeli 2013-06-07 20:11
kami mandar pesisir dlm hal ini PBB (pitu ba'bana binanga) tetap memegang teguh perjanjian leluhur, terserah di PUS tetap konsisten atau tdk.. dn perlu anda pahami bahwa pengsektean yg ada di tanah sulawesi berawal dari misi atau rencana penjajah belanda untuk melakukan politik adu domba guna menguasai kawasan timur nusantara... mudah2an kt dpt meng cut hal itu sbagai generasi baru...
Quote
 
 
#10 Taeli 2013-06-07 20:17
hadirnya PUS karena adanya PBB dan bgtu sebaliknya hadirnya PBB krn adanya PUS...ada tujuh mata air dan tujuh muara air,,, PUS mengawasi musuh yg dtng dari hutan sedangkan PBB mengawasi musuh yg dtng dari lautan,,, kedua hal itu tdk dpt di pisahkan layaknya mata hitam dan mata putih... "lontara balanipa"
tidak ada yg bs membantahkan hal ini...
Quote
 
 
#11 Taeli 2013-06-07 20:24
mengenai asal usul manusia di PUS.. bahwa tdk ada manusia yg muncul secara tiba2, mengenai mitos kemunculan manusia pertama di PUS yg lahir dari bambu, itu jg diceritakan pada kami, itu jg di ceritakan oleh leluhur orang bugis, itu jg diceritakan oleh leluhur orang toraja, bgtupun leluhur orang luwu.. krn manusia yg muncul dr bambu itu diberi gelar (SAWE' RI GADING) = orang yg muncul dr bambu' ia melegenda disetiap sudut sulawesi..
Quote
 
 
#12 Litaqna Topitu 2013-06-18 05:52
oke makasi sebelumnya atas manipulasi sejarahnya. dan klaimnya PUS sebagai org Mandar tpi jujur ajja orang PUS tdk perna mengenal nama Mandar Melainkan To Mandaq, dan itupun didalam perjajanjian Tammejarraq yg kalian pegang teguh isinya tidak ada stupun yang menyebutkan kita sebagai org mandar antara PUS dan PBB, akn tetapi langsung kalian tafsirkan klo itu perjanjian jadi org Mandar. oke sy minta maaf sebelumnya krn sy ttp smpaikan bahwa kami Dari suku PUS tetap tidakakn perna sama dgn Mandar krn kami berbeda itu 1. kmudian dua kami dari PUS memiliki Banyak pemikir yg handar jd tidk akan perna termanipulasi. oyah bahkan Gubernur sulawesi Baratpun sbg 01 sulbar itu dri kalangan kami pula. jdi memang sejak dulu sampai sekarang kebenaran tetap ada, kami sbg pemilik kebjakan di Litaqna Topitu Iyaho Ulu salu tetap kuat. ingat tdk lain dn tdk hanya pengklaiman kalian hanyalah hegemoni kepentingan yg busuk.
Quote
 
 
#13 Taeli 2013-06-20 05:32
hey... apa bedanya mandaq dgn mandar... yg sy smpaikan sblmnya itu bukan manipulasi, hhaa... lgian jg PUS mau disebut mandar atau tdk, bgi km tdk ada maslah,, sy hanya ingin menyampaikan kebenaran sj.. sdkit anda singgung mslh bapak gubernur, sy ingin bertanya.. anda sdh pernah tdk berbincang dgn beliau ???? tolong sesekali kunjungilah beliau.. beliau tdk pernah menganggap mandar adalah bagian yg terpisah dr dirinya.. bahkan iya berencana mengenalkan budaya mandar kekanca international.. terbukti, saat pelaut mandar didanai pelayarannya sampai ke perancis dan menjuarai festifal budaya tradisional...
Quote
 
 
#14 Taeli 2013-06-20 05:34
dan sekali lg sy sampaikan bahwa pemetakan-pemetakan ini adalah pola penjajahan baru oleh penjajah krn secara fisik tdk mngkin terjadi,. yakni memunculkan semangat sukuisme, ras dan agama yg akan melahirkan perpecahan horisontal.. itu hadir sebagai upaya untuk menghancurkan tatanan sosial indonesia.. bgmn upaya2 yg dilakukan oleh bangsa asing dan bgmn pengaruhnya terhadap kesatuan RI, tolong SHARING dgn aparat TNI krn mngkn anda blm tau itu,... dan ketika anda menganggap bahwa pemegang kebijakan tertinggi ada di pus yg menjadi kiblat orang PBB (Pitu babana binanga) itu menjadi tolak ukur kesuksesan provokasi penjajah...
Quote
 
 
#15 Taeli 2013-06-20 05:47
sdikit sy tambahkan... dlm muktamar perjanjian tammejarra memang tidak disebut bahwa kta adalah orang Mandar... melainkan kata "passiMANDARang".. jd kata mandar tdk merujuk pada pengertian suku dan orang =To... melainkan sebuah komitmen untuk saling menguatkan... anda td mengatakan bahwa yg sy sampaikan hanya manipulasi sejarah... tolong buktikan, dan mari kt berdiskusi,, kalo perlu kt ktemuan...
Quote
 
 
#16 bair to pus 2013-07-06 18:31
Maaf solasuhungku orang pesisir, tidak usah ditanggapi komentar2 #litaqna topitu. kami orang PUS tetap menjunjung tinggi passemandarang. terlalu banyak pendatang2 lama di PUS sehingga wajar kalau mereka tidak mengakui komitmen tersebut.
Quote
 
 
#17 admin 2013-07-07 07:18
dimohon untuk berkomentar tidak saling memanasi, tulisan di atas berdasarkan dari sebuah buku. Apabila punya pendapat/tulisan/artikel lain dan ada dasarnya, silahkan kirim ke admin dan bila disetujui akan dimuat di web ini juga. terima kasih.
Quote
 
 
#18 pattae passommpa 2013-10-03 13:24
.maaf smua'y , z kturunan dri kabupaten binuang , dan xg z tau suku orang tua saya itu suku PATTAE / TO PATTAE , secara bahasa agak mirip dngan bahasa PUS ..saya mau tanya ? apa ada xg pernah dngan suku xg saya sebutkan (suku saya ) ..contoh bhasa kami to pattae, lapar=tandea. mengantuk=cakkaru'duk prgi=lao.. mohon d.balas..
Quote
 
 
#19 yusuf 2013-12-16 15:32
assalamu alaikum, wah ini menarik skali utk didiskusikan yg mngenai sjarah PUS dan PBB. sy dri rante bulahan, mamasa. dan sempat diskusi2 dijogja dgn tmn2 mahasiswa polewali dan majene dan bahkn sy jga ikut dgn kgiatan tmn2 mhswa polewai dijogja yg kbtulan penerimaan mhs bru thn 2013 ini. dikegiatan itu tmn2 polewali atas intruksi dri snior2nya jga bahwa jangan memaknai kata mandar ini dgn sbuah etnis, ato suku ttpi kata mandar itu lbih mrujuk kpd sbua prjanjian yg sling mengikat. dibenak sya ia jga sih klo mmng mandar ini diambil saat diadakan sbuah prjanjian sipamandaq yg dikenal dgn ALLAMUNGAN BATU DI LUJO. brarti sebelum trjadi prjanjian sipamandaq ini kerajaan balanipa saat itu mengatakan dirinya itu suku apa. itukan satu hal yg kontradiksi jga.
Quote
 
 
#20 yusuf 2013-12-16 15:32
kmudian ada alasan mngenai keinginan utk memandarkan, alasannya ingin menyatukan... klo sy sndiri itu sunggu baik yg jdi prsoalannya adalah apakah saat kita mengadpsi kta mandar utk menyatukan masyarakat sulawesi barat itu lebih kpd keadilan dan kepastian sejarah diantara banyak suku yg ada disulawesi barat saat ini. inikan mnjadi sbua prsoalan yg bsar jga dan analisis sy bahwa apabilah ktidak jelasan keadilan dan kebenaran sejarahnya pada poin2 penyatuan masyarakat sulbar ini akan potensi sebua konflik yg menyebabkan sarah jdinya
Quote
 
 
#21 shaleh Muhammad 2014-06-19 07:11
Salam kena buat sahabat2....saya bukan ahli sejarah tentang PUS N PBB, tapi saya ingn kakanda semua saling memberikan penjelasan yg baik dan bahsa yg saling menghargai...krna kita semua bersaudara....saya bukan keluarga marakdia saya bersl dri desa kecil PAMOSEANG di PUS...jdi kami berhrap kami bisa mngetahui sejraha dari kakanda diatas semua.....
Quote
 
 
#22 DP Tick 2014-12-28 20:59
LS: Sorry.do you have daftar raja2 of these areas and also amount of people now and the names of the present rajas.Thank you.
Quote
 
 
#23 DP Tick 2014-12-28 21:00
Looking for dafatar raja of it,present rajas and amount of people therte.Thank you,
Quote
 
 
#24 Bulomahpa Tabulahang 2015-04-30 06:39
Salama'mating,Ingkanna Sola Sohongku Baik di Pegunungan Maupun Di Pesisir Pantai Sedikit Penjelasan Saya Mengenai kata Mandar Setau saya Kata Mandar itu Ada dua bagian yaitu Mandar Pakbuttu atau Mandar di Pegunungan dan Mandar Pak Bonder di Pantai.Itu yg sya tahu mengenai penamaan mandar.
Quote
 
 
#25 harjanur soleman 2015-05-29 06:14
ada sebuah kejadian yang saya ingat terus sampai sekarang..waktu itu saya duduk di kelas lima SD, pada tahun 1989. Nenek saya, waktu itu jalan2 ke Polewali. Ketika naik bis, terjadi pembicaraan dengan salah seorang yang penumpang yang berasal dari Balanipa. Nenek saya duduk di belakang sopir, sedangkan teman yang dari Balanipa, berada paling depan dekat sopir. Ketika saling bertanya soal asal usul, maka teman dari Balanipa itu minta sopir berhenti, dan tukar tempat dengan Nenek saya. Dia bilang, dalam sejarah mereka diajarkan bahwa to Buttu kakak dari mereka yang dipesisir....Tapi menurut saya, ini bukanlah masalah kasta, siapa rendah siapa tinggi, hanyalah merujuk kepada siapa lebih tua, siapa yang muda.....saya asli pribumi Rantebulahan
Quote
 
 
#26 sabdah 2016-08-16 17:56
Luluare'u iya nasanna, ala nasangi mie sipa' mandarta da tau na sialla"ngan..
Mua melo'i tau lebih jelasna mittulei tau lao ri Puang Itol..
Yang ada di Maje'ne jln ratulangi dia mantan wakil bupati majene, beliau salah satu maraqdia mandar, orangnya baik hati...
Coba saja cerita sama dia..
Kalau bertanya siapa yang kasi tau, tanya anakx pua pida yg ada di LEro (sabdah sangana)
Quote
 

Silahkan beri komentar, kalau ada link yang mati atau isinya perlu dikoreksi, laporkan juga disini.

Jawab :

Chat Box


Bagi yang ingin berbagi tulisan atau lainnya mengenai Budaya Mandar, silahkan gabung bersama kami di Komunitas Penggiat Budaya dan Wisata Mandar http://kpbwm.or.id/
Kampung Mandar Website Indonesia || Youtube|| Feeds|| Copyright © 2010-2013