Terdapat 38 Tamu online   ||   lulluare...! Sekarang hari :

 


Selamat datang di Website Kampung Mandar Sulbar Indonesia.      Diberitahukan bahwa telah dibentuk komunitas baru kami, Komunitas Penggiat Budaya dan Wisata Mandar. Bagi yang ingin berbagi tulisan ataupun lainnya, silahkan gabung bersama kami atau hubungi kontak admin pada bagian bawah web ini.
Lokasi Anda : Home Berita Alur Pertunjukan Kolosal Kampung Halaman Antara Jawa dan Mandar

Tampil : 3670 kali.

Alur Pertunjukan Kolosal Kampung Halaman Antara Jawa dan Mandar

Alur Pertunjukan Kolosal Kampung Halaman Antara Jawa dan Mandar in Collaboration:

Komunitas Rumah Mandar

Gubuk Indonesia Yogyakarta

Sanggar Bintang Matra Sulawesi Barat

Gending Bahana Gamelan Yogyakarta

 

1.) Panggung gelap. Dari balik tirai, bunyi kecapi Mandar mengalun perlahan. Sesekali gamelan dan gending Jawa menimpali. Alun mengalun. Perlahan tirai terbuka. Lampu menyorot satu arah ke tengah panggung. Sekelilingnya gelap. Di sana, di tengah sorot lampu itu, seorang kakek tua memainkan kecapi Mandar yang panjang, mengikat kepala dengan Sighar Mandar, performant Paragai[2], sesekali terbatuk dan mendehem, terengah-engah menyanyikan lagu sayang-sayang Mandar. “eeeeehhhh….namuapami watangngu batang membatang loka….dst..dst..!” (naskah lagu disiapkan tim sastra dan artistik) (Permainan ini diperkirakan berlangsung 5 menit/Player Rahmat Panggung).

2.) Lampu mati perlahan. Sorot lampu melingkar berpindah di kanan atau kiri, belakang atau depan panggung (Perlahan pemain kecapi Mandar mundur ke belakang panggung, tanpa mencuri fokus). Di sana, di tengah sorot lampu itu, seorang wanita anggun berkebaya, bersanggul, berdandan tradisi Jawa (memainkan gamelan atau menyanyi/nembang, ritmis mengalun, membawa keheningan di panggung dan ruang penonton. (Teks lagu disiapkan tim artistik) (Permainan ini diperkirakan berlangsung 5 menit/Player Isti Darmaranti). (Menyanyikan Lagu Dhandanggula atau Sekar Gambuh dll. Yang ritmis, hening, kontemplatif, gamelan atau Siter)

Seiring dengan usainya tembang atau gamelan Jawa yang dimainkan si aktor, lampu meredup perlahan, pemain mundur perlahan ke belakang panggung beserta peralatannya hingga panggung benar-benar menjadi gelap.

3.) Lampu general sedikit menerangi. Dari sisi kiri panggung 10 orang pemain melangkah masuk ke dalam panggung, dengan langkah patah-patah sambil masing-masing membawa Calong (alat music tradisional Mandar), iramanya seperti orang Mandar ketika mendorong perahu ke laut. Demikian pula dari sisi kanan panggung, sepuluh orang melakukan adegan yang sama, namun property yang dibawanya adalah rebana Mandar. “Sammaratanna oellaaa…5 X…dst…dst….!!” (Musik membangun Suasana laut, suara ombak, suasana orang riuh mejala ikan dll).

Panggung mulai terang ketika posisi mereka sampai di tengah panggung. Pemain rebana mengambil blocking di belakang dan pemain calong di depan, berbaris zigzag, duduk perlahan dan bersiap memainkan rebana dan calongnya.

Ketika posisi mereka sudah mapan, calong mulai dieksplorasi bunyinya perlahan, satu-satu, beberapa komposisi, hingga klimaks. Lalu disambung dengan eksplorasi permainan rebana hingga klimaks dan kolaborasinya dengan permainan calong (suasananya dibangun hingga klimaks pertunjukannya menggantung) lampu mati perlahan (Permainan 15 menit/Player Korma). (PANGGUNG DIBAGI DUA, DEPAN DAN BELAKANG)

ADEGAN PANGGUNG DEPAN:

4.) Lampu general perlahan menerangi. Musik pengiring tarian Mandar, Bugis, Makassar dan Jawa, dimainkan. (Konsep tari mulai dimainkan). Lampu mengikuti irama dan suasana yang igin dibangun. (Pada bagian ini, materi tari rampung hingga 70-80 persen). Sisakan 30-20 persen pra klimaks pertunjukan, entah solo atau bersama. Lampu tidak mati, hanya meredup perlahan, lalu benar-benar mati (Waktu sekitar 30 menit/Player SBM/Korma/Sanggar Jawa).

 

ADEGAN PANGGUNG BERPINDAH KE BELAKANG:

5.) Lampu menerangi seluruh panggung belakang. Babakan ini suasananya: kampung halaman ketika bulan terang. Anak-anak bermain di halaman. Menyanyikan lagu riang diiringi musik yang riang pula. Anak-anak Mandar bernyanyi lagu Tengga-tenggang Lopi, Tollo-tolloang minna, Cicci baccang dll. Sementara anak-anak di kampung Jawa, menyanyikan lagu Padhang Bulan (Yok pro konco), Gambhang Suling, Cublak-cublak Suweng, dll. (Waktu sekitar 20 menit/Player anak umur SD 10 orang: 5 Mandar, 5 Jawa/alternative Korma) (EKSPLORASI MUSIK PADA BABAKAN INI, MULAI DARI YANG PALING KLASIK HINGGA ROCK POP. SELAIN ITU DIBANGUN PULA SUASANA PERMAINAN YANG ASYIK, GEMBIRA DAN SENANG).

6.) Pemain musik tetap di panggung. Lampu diamainkan mengikuti irama dan suasana. Musik perlahan komposisinya lebih serius. Lagu puisi Antara Jawa dan Mandar dimainkan hingga empat komposisi (Versi Klasik, Keyboard, Rock ), pembacaan puisi juga masuk pada bagian ini. Lagu puisi lainnya juga dimainkan hingga klimaks. Beberapa lagu Mandar juga dimainkan dan diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia. (Waktu 15 menit/Player Korma).

7.) Lampu dan musik membangun suasana baru. Penari tampil terakhir ke panggung. Musik mengiringi sesuai keinginan penari. Duo tari Mandar dan Jawa dimainkan kembali, lebih klasik, lebih dalam lebih khusyuk. Sesekali bertukar tari. Penari Mandar dengan kostum Mandar menari Jawa, sementara penari Jawa, berkostum Jawa menari Mandar. Di sini tari dibangun dalam suasana seperti berdialog. Saling mengajari, mengenalkan, menyanjung dan saling bertukar hingga masing-masing bisa dan menirukan. (UNTUK BABAKAN INI, KOREOGRAFER AKAN LEBIH BERPERAN MENATANYA). Adegan ini berlangsung ajeg dan meredup perlahan, dibantu oleh redupnya lampu hingga mati (Waktu 15 menit/Player SBM, Korma, Sanggar Jawa: baik musik dan penarinya).

8.) Lampu terang perlahan, Suasana dibangun oleh pemusik lebih sakral, ritmis, ritual, memasuki suasana-suasana religious, tasawwufis Mandar. Barzanji mengalun riuh sejenak (Waktu 5 menit/Player Korma).

9.) Klimaks pertunjukan dibangun dengan tiga lagu Mandar religious, Shalawat Shallallahu Robbuna, Kuasa Allah Taala dan Astaghfirullahal Adzim: ketiga lagu tersebut akan diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia, sehingga pesannya sampai ke penonton.

Lampu memberi suasana klimaks pertunjukan. Dimainkan mati padam atau dengan teknik lain yang lebih memikat.

Pertunjukan ditutup dengan ritual pembakaran dupa atau undung agar memberi Susana sakral. Beberapa mantra dibacakan: Jawa dan Mandar (Waktu 15 menit/Player Korma/Sanggar Jawa).

10.)Musik intro lagu Tonasau Dialangang perlahan mengalun. Lagu dan musik dimainkan secara natural, memberi kesan naturalisasi suasana, mengajak penonton ikut bernyanyi (jika perlu dibangun suasana koor di ruang penonton di belakang, samping kanan kiri panngung, sehingga semua orang merasa dilibatkan dalam pertunjukan ini dan berakhir dengan Susana yang agak menggantung, dibangun dari Suasana musiknya (Waktu 10 menit/Player Korma). (SELEBIHNYA AKAN DIEKSPLORASI LEBIH JAUH OLEH PENATA MUSIK DAN PENATA PANGGUNG).

11.) Musik klimaks, disambung dengan music audio dari HP, MP Empat atau recorder, membangun Suasana senang, ceria dan perpisahan, lampu general menerangi seluruh panggung, pertunjukan selesai, seluruh pemain, tim artistic dan produksi serta beberapa pengarah dan supervisor, maju ke depan panngung, memberikan penghormatan dan sepatah kata ucapan trimakasih atas apresiasi berbagai pihak, lampu dibalkon penonton juga mulai dihidupkan, lalu ditutup bersama-sama dengan sekali lagi memberikan penghormatan kepada penonton dan apresian semua (Waktu 5 menit/Player tim art n produksi semua).

(TOTAL WAKTU PERTUNJUKAN, SEMUANYA 135 MENIT)

SELESAI !!!!

 

[1] Dikutip dari buku kumpulan puisi Negeri Anak Mandar, karya Bustan Basir Maras.

[2] Paragai adalah penyanyi legendaries klasik asal Mandar.

CTT: NASKAH INI DIADAPTASI DI SANA SINI, SEBAB MENYESUAIKAN DENGAN KEMAMPUAN PEMAIN DAN FINANSIAL PRODUKSI. SLM.

 

 

 

ALBUM :

 

 

Comments 

 
#1 avarpitapheva 2013-07-14 23:39
useful hotel guide Located on the western coastline of India, the Hotels in Goa well known for there exceptional charm and attraction throughout the world.
Being a centre of art, culture and sport, Goa tourism gives a distinctive appeal to every type of tourists with difference experiences.
Quote
 
 
#2 samsung 2013-07-19 20:22
mantabs
Quote
 

Silahkan beri komentar, kalau ada link yang mati atau isinya perlu dikoreksi, laporkan juga disini.

Jawab :

Chat Box


Bagi yang ingin berbagi tulisan atau lainnya mengenai Budaya Mandar, silahkan gabung bersama kami di Komunitas Penggiat Budaya dan Wisata Mandar http://kpbwm.or.id/
Kampung Mandar Website Indonesia || Youtube|| Feeds|| Copyright © 2010-2013