Terdapat 32 Tamu online   ||   lulluare...! Sekarang hari :

 


Selamat datang di Website Kampung Mandar Sulbar Indonesia.      Diberitahukan bahwa telah dibentuk komunitas baru kami, Komunitas Penggiat Budaya dan Wisata Mandar. Bagi yang ingin berbagi tulisan ataupun lainnya, silahkan gabung bersama kami atau hubungi kontak admin pada bagian bawah web ini.
Lokasi Anda : Home Sejarah Sekilas Sejarah Adolang (Sebuah Desa di Perbukitan Kecamatan Pamboang)

Tampil : 6399 kali.

Sekilas Sejarah Adolang (Sebuah Desa di Perbukitan Kecamatan Pamboang)

dikutip dari Sekilas Sejarah Adolang

Sekitar tahun 1700an jauh sebelum Pitu Babana Binanga dan Pitu Uluna Salu (tujuh kerajaan di muara sungai dan tujuh kerajaan di pegunungan) berdiri, terdapat dua kerajaan besar di tanah mandar yaitu kerajaan Binatu dan kerajaan Pasokkorang.

Dua kerajaan besar berdiri cukup lama, kerajaan Binatu hancur lebih dahulu dan tidak ada sisanya, sedangkan kerajaan Pasokkorang setelah runtuh, maraqdia terakhirnya pergi ke Bukit Karampuanna dan mendirikan kerajaan disana.

Pada waktu beliau datang, di Gunung Karampuanna sudah ada orang-orang yang cukup banyak dan maraqdia terakhir dari pasokkorang itu karena orangnya bijaksana sehingga di beri gelar Tomatua atau Tomakaka di Karampuanna dan diangkat sebagai kepala kampung, dan setelah muncul beberapa Tomakaka-Tomakaka lahirlah yang dinamakan Pappuangan (berasal dari kata puang mendapat Awalan pa- dan akhiran –an yang berarti orang yang dituakan).

Pengertian karampuanna ada dua pendapat yaitu karama puang, puang di karama, karena puang bertempat di tempat keramat. Yang kedua tempat musyawarahnya atau tempat bertemunya para pappuangan. Oleh karena itu dalam pemerintahan pappuangan ada 5 dasar yaitu :
1. Oro wali-wali : duduk bersama atau musyawarah
2. Tutu wali-wali : selalu memperhatikan sifat-sifat kemanusiaan dalam mengambil kebijakan
3. Saqbi wali-wali : saling terbuka untuk persatuan
4. Palalo wali-wali : dalam jabatan pappuangan tidak harus garis keturunan ke bawah
5. Mammakko di gau tongan : selalu berupaya di dalam perbuatan kebaikan dan kebenaran.

Ada 8 yang harus dihilangkan dalam pemerintahan pappuangan dalam memutuskan hukum adat :
1. Tidak ada bapak
2. Tidak ada ibu
3. Tidak ada Anak
4. Tidak ada Saudara
5. Tidak ada paman
6. Tidak ada tante
7. Tidak ada Ipar
8. Tidak ada sepupu

Pappuang itu bagaikan telur diujung tanduk, karena jika pappuangan melanggar hukum adat maka tujuh turunan keluarganya tidak boleh ditunjuk sebagai pappuangan. Oleh karena itu kadang-kadang dari pihak keluarga banyak yang tidak berani menjadi Pappuangan. Jika ada seseorang yang ditunjuk untuk menjadi pappuangan tetapi tidak sanggup menjadi papuangan maka orang itu harus membayar uang atau barang ke adat, jika tidak begitu maka keturunannya tidak boleh menjadi pappuangan.

 

Persyaratan menjadi Pemimpin di masyarakat mandar :
1. Bija (turunan karena darah)
a. Bija to mappatumbaille litaq (turunan yang tetap menjaga dan meyelamatkan negeri )
b. Bija maessei lokkoq anna siriq ( menjaga utuhnya lokkoq dan siriq)
c. Bija tau dipesissiq/dipebulu (turunan yang disegani karena memiliki sifat yang utama)
d. Bija tau pia (turunan maraqdia atau turunan adaq)

2. Amanarangan (berilmu)
a. Matadang pikirang (berpikir tajam)
b. Matadang nawa-nawa (berinisiatif dan innovative)
c. Matadang peita (berpandangan yang jauh)
d. Matadang ate (cerdas dan terampil)

3. Abaraniang (berani dan berjiwa pahlawan)
a. Barani di loa tongan (berani mempertahankan kata yang benar)
b. Barani maassei bottu loa ( beani patuh berpegang kepada keputusan dan persetujuan)
c. Barani mappadiang sara mapia (berani berbuat demi kebaikan )
d. Barani simateang anna sianusang tau maranni (berani mati dan hanyut bersama rakyat kecil)

4. Asugiang (mempunyai kemampuan/kekayaan)
a. Sugi dinawa-nawa (kaya imajinasi)
b. Sugi dipaisangang (kaya ilmu pengetahuan)
c. Sugi diperasa (kaya pengalaman)
d. Sugi di barang-barang (kaya harta benda)

 

Banua Karampuanna pada waktu Islam masuk ke tanah mandar berubah nama menjadi Adolang yang berasal dari kata Mandolang (andiang puang assengalinna Allah taala) itulah syahadat. Dan yang membawa islam itu diberi gelar to mandolang.

Adapun susunan pengurus beserta tugasnya lembaga adat Banua Karampuanna Adolang adalah sebagai berikut :
1. Indo Kayyang
Sebagai penguasa di seluruh masyarakat Adolang dan yang mengangkat Pappuangan Adolang. Indo BAnua juga mengurusi urusan luar dalam serta menjadi penasehat Pappuangan.
2. Pappuangan Adolang
Mempunyai tugas sebagai pengatur di seluruh perangkat adat. Dengan ikrarnya Nirappangang Mata Allopandara di atambusang simbar di karampuanna, iyamo nisangan to karampuanna Adolang. Yang artinya bagaikan matahari yang menyinari sluruh negeri Adolang, itulah yang dinamakan Pappuangan Karappuanna Adolang.
Dalam menjalankan tugasnya tetap meminta pertimbangan dan restu dari Indo Banua.
3. Kali Adolang
Sebagai penghulu agama dan pengadilan. Dalam menjalankan tugasnya, Kali di bantu oleh Bakhel yang bertugas mengurusi jika ada rumah tangga yang rusak misalnya karena kawin siri dan Bakhel ini didampingi oleh Tomatua Di Pesapoang. Dalam urusan keagamaan, dikenal juga Topangayi yang bertugas sebagai penasehat agama dan mengajarkan masyarakat untuk mengaji.
Dalam pengurusan masjid, dikenal dengan nama Imam dan yang biasa menjadi orang yang biasa menjadi khatib disebut dengan Katte.
4. Sarukaiyang Papposi Banua
Sebagai pendamping Papuangan Adolang dan yang membacakan ikrar pada waktu pelantikan Pappuangan Adolang.
5. Sarukaiyang Ratte
Sebagai pembesar negeri dan menjaga keamnan di Adolang. Misalnya dalam acara pelantikan Pappuangan Adolang terjadi kekacauan, maka yang mengamankan adalah Sarukaiyang Ratte. Dan jugga melksanakan tugas Pappuangan Adolang apabila Pappuangan Adolang ada urusan keluar.
6. Sarukaiyang Rawang
Sebagai penguasa lingkungan Rawang. Sarukaiyang juga bertugas jika Pappuangan ingin diganti maka Para dan Srykaiyang Rawang melapor ke Sarukaiyang Papposi Banua lalu ke Indo Banua, hal ini dilakukan jika Pappuangan dianggap tidak beres dalam menjalankan tugasnya.
7. Sarukaiyang ulu Balombong
Sebagai penguasa di lingkungan Ulu Balombong dan sebagai penyelenggara persiapan pesta adat dengan berkoordinasi dengan Paya Kaiyang. Sarukaiyang Ulu Balombong juga bertanggungjawab dalam hal pemeliharaan kesenian Mandar di Adolang.
8. Paya Kaiyang
Kepala urusan rumah tangga di lembaga adat Adolang. Paya Kaiyang bertugas menjamu para tamu jika ada pesta adat dan yang betugas menggantikan pakian kebesaran kepada para tamu yang berasal dari luar daerah.
9. Para
Bertugas sebagai bagian penerangan atau informasi, misalnya petani yang menanam padi diberitahukan kepada Para agar ppetani yang menanam padi harus mematuhi peraturan yang ditetapkan oleh Pappuangan.
10. Soqbo Adolang
Bertugas sebagai bagian peratanian di Adolang
11. Maraqdia Tombogading
Sebagai bagian pertahanan, Maraqdia Timbogading biasanya disebut sebagai panglima perang dan penguasa di daerah Timbogading.
12. Kaka Payaq
Bertugas mengurusi urusan di dalam di Timbogading
13. Tomabuweng
Sebagai pengatur keamanan di Sapo Kaiyang dan mengatur Sariyang dan To pangale. Sariyang disebut juga sebagai tentara adat dan To pangale adalah penjaga perbatasan wilayah Adolang dan kelestarian alam di Adolang.
14. Anaq Pattola
Generasi muda yang akan melanjutkan kepengurusan lembaga adat.

Dalam sistem pemerintahan, lembaga adat adolang saat ini menggunakan sistem kekaisaran seperti di Jepang, yang menjadi kaisarnya adalah Pappuangan dan yang menjadi perdana menterinya adalah Maraqdia.

Dalam susunan kepengurusan, tidak ada istilah Paqbicara seperti di kerajaan-kerajaan di Mandar lainnya, istilah Paqbicara di kenal di Adolang pada waktu terbentuknya kerajaan di Adolang, Paqbicara diangkat oleh Pappuangan dan tugas Paqbicara adalah sebagai penghubung antara Maraqdia Pamboang dengan Pappuangan Adolang. Akan tetapi, dalam kepengurusan Lembaga Adat yang sekarang ini di Adolang, tidak dicantumkan Paqbicara.

Lembaga Adat di Adolang di resmikan pada tanggal 15 September 2002 oleh Bapak Drs. Muhammad Darwis yang pada waktu selaku Bupati Kabupaten Majene di Pesapoang Desa Adolang. Lembaga adat ini sebenarnya sudah ada sejak Tahun 1962 akan tetapi lembaga adat ini pelahan hilang karena dilanda revolusi, seperti pemberontakan DI/TII dan beberapa kebijakan orde baru yang sentralistik.

 

Comments 

 
#1 llllllluuuuuuu 2013-02-02 19:27
mind. sumbernya tidak jelas..

diharapkan pada penulis sejarah harus jelas... dan sejarah tidak boleh salah

Jumardy
Quote
 
 
#2 Prajurit Black Barrets 2013-06-25 02:25
Min cb klo nulis sejarah jngn cm separuh2,,,,!!! !
Quote
 
 
#3 aya tomakaka 2013-11-11 06:02
Quoting llllllluuuuuuu:
mind. sumbernya tidak jelas..

diharapkan pada penulis sejarah harus jelas... dan sejarah tidak boleh salah

Jumardy
apanya yg tidak jelas,,,,
Quote
 
 
#4 aya tomakaka 2013-11-11 06:03
apanya tidak jelas...itu sejarah adolang mmng ada hanya saja sipenulis tidak mengetahui semuanya,,,,hin gga menulis separuh...
Quote
 
 
#5 tasrif 2015-03-01 13:59
Itulah org yg tdk tau banyak tentang adolang hanya sepotong saja jgn mengaburkan sejara kampung nya tdk baik akibatnya nanti kwalat.jelas banyak peotes
Quote
 
 
#6 bram 2015-09-13 06:38
kalau mau nulis sejarah tentang adolang, ada baiknya narasumber yang dari adolang juga, jangan dari luar yg terjadi malah memutar balikkan fakta sejarah
Quote
 
 
#7 randy 2017-03-09 07:34
sejara apa itu, tidak jelas,dari mana asal mulanya puang pagorro sama lamber susu..... itu tidak jelaskan,asal kamu tau aja, bapak ku itu orang timbogading, dan mama ku orang letta, secara tidak langsung saya tau sejarah antara lette degan mandar
Quote
 
 
#8 ardiansyah 2017-04-30 04:20
cerita sapapaunna tdk sesuai....
Quote
 
 
#9 Almusangga 2017-08-09 07:36
Admin yth,,,
Belajar dari peristiwa batik dan reog ponorogo yg di klaim oleh negara tetangga yang sempat menimbulkan ketegangan, maka ada baiknya jika ingin menulis tentang sejarah dan kebudayaan suatu kaum / masyarakat adat, hendaknya menuliskan juga darimana sumber cerita itu diperoleh, baik narasumber atau balai pustakanya agar dapat dipertanggung jawabkan, karena sejarah adalah identitas atau jati diri atas suatu golongan atau kaum, dan ini agak sensitifm sehingga penulisannya hendaknya secara rinci dan menyeluruh.
Quote
 
 
#10 Almusangga 2017-08-09 07:39
jika ingin memuat secara keseluruhan, tentunya dibutuhkan waktu yg panjang dgn terlebih dahulu melakukan kajian secara ilmiah dan bla bla bla (cpd,,,) dan diambil langsung dari sumbernya yang asli.
Namun jika ingin menulis sejarah secara global saja, atau sepotong2, juga ada cara atau tehnik penulisan tersendiri agar tidak terkesan mengelirukan atau memutarbalikkan fakta yg ,,, sehingga dapat menarik rasa penasaran para pembacanya, sehingga tema ini menjadi cerita berseri yg menyenangkan dan mendidik, dan lagi lagi inipun hanya dapat dilakukan apabila admin telah memiliki catatan sejarah yg lengkap,,,
peace,,,
Quote
 
 
#11 adi rezki 2017-09-02 16:33
:-x :-x
Quote
 
 
#12 adi rezki 2017-09-02 16:41
tolong di kasih jelaskan asal usul dari sejarah adolang'..dang sesungguhnya' siapa yg terbesar dari kerajaan adolang'''atas nama siapa yg memimping''pada waktu itu

dan siapa yg terkhir memimpin kerajaan adolang di zaman belanda''Tolong di jelaskan secepat y...atas nama andi rezki dari adolang..TOlong di jelaskan sya tunngu infonya
Quote
 
 
#13 adi rezki 2017-09-02 16:43
tolong di kasih jelaskan asal usul dari sejarah adolang'..dang sesungguhnya' siapa yg terbesar dari kerajaan adolang'''atas nama siapa yg memimping''pada waktu itu

dan siapa yg terkhir memimpin kerajaan adolang di zaman belanda''Tolong di jelaskan secepat y...atas nama andi rezki dari adolang..TOlong di jelaskan sya tunngu infonya
Quote
 

Silahkan beri komentar, kalau ada link yang mati atau isinya perlu dikoreksi, laporkan juga disini.

Jawab :

Chat Box


Bagi yang ingin berbagi tulisan atau lainnya mengenai Budaya Mandar, silahkan gabung bersama kami di Komunitas Penggiat Budaya dan Wisata Mandar http://kpbwm.or.id/
Kampung Mandar Website Indonesia || Youtube|| Feeds|| Copyright © 2010-2013