Terdapat 29 Tamu online   ||   lulluare...! Sekarang hari :

 


Selamat datang di Website Kampung Mandar Sulbar Indonesia.      Diberitahukan bahwa telah dibentuk komunitas baru kami, Komunitas Penggiat Budaya dan Wisata Mandar. Bagi yang ingin berbagi tulisan ataupun lainnya, silahkan gabung bersama kami atau hubungi kontak admin pada bagian bawah web ini.
Lokasi Anda : Home Sejarah Apakah KONDOSAPATA itu...?

Tampil : 6579 kali.

Apakah KONDOSAPATA itu...?

ARTIKEL INI DIKOPI DARI BLOG ASLINYA http://mamasa-online.blogspot.com/
DIPERSEMBAHKAN KEMBALI UNTUK PENGUNJUNG WEBSITE PUTRA MANDAR SULAWESI BARAT
AGAR KEPADA GENERASI-GENERASI MUDA MANDAR DAPAT MEMAHAMI KESATUAN SEJARAH BUDAYA MANDAR SULAWESI BARAT KITA SECARA KESELURUHAN YANG TIDAK LEPAS DARI
PITU BA'BANA BINANGA (PBB), PITU ULUNNA SALU (PUS), DAN KARUA BABANA MINANGA (KBM).



SEJARAH Lahirnya KONDOSAPATA - Bagian 2: APAKAH KONDOSAPATA ITU??

KONDOSAPATA dalam arti luas, adalah wilayah tanah adat yg didiami sekelompok orang dan memiliki prinsip-prinsip hidup yg sangat baik, beradab, punya falsfah yg sangat kokoh, yg berfungsi untuk mengikat masyarakat sosial yg ada di dalamnya, saling menghargai, saling menghormati, saling menyayangi agar tetap hidup dalam kekeluargaan, rukun dan damai. Prinsif dan falsafah hidup yg dipakai, diinplementasikan dalam nilai-nilai kehidupan sosial, adat istiadat, budaya dari generasi ke generasi berikutnya.

Arti Harfiah : Sebuah sawah yg luas (KONDO) hanya satu pematang (SAPATA), dengan air yg merata di semua teras sawah tersebut (UAI SAPALELEAN)

Arti Filosofinya, KONDOSAPATA UAI SAPALELEAN, berarti hanya satu wilayah (Sapata), tidak bisa dipisahkan, dan masyarakatnya hidup adil dan mempunyai hak yg sama (Uai Sapalelean).

Wilayah KONDOSAPATA, mencakup daerah Pesisir, Mamuju (Pamboang) Ulu Manda', sampai ke daerah Binuang. Sementara daerah pedalaman (pegunungan) mencakup Tabulahan (Rantebulahan), Bambang, Mambi, Aralle, Matangganga, Malabo (Tanduk Kalua') Balla, Mamasa, Sesena Padang, sampai ke wilayah Tabang. MUlai dari Suppiran, Sepang, Messawa, Tabone Sumarorong, Pana' sampai ke Nosu. Itulah wilayah KONDOSAPATA dengan julukan PITU ULUNNA SALU, KARUA BA'BANA MINANGA.

Pitu Ulunna Salu, Karua Ba'bana Minanga adalah bahasa Kondosapata asli (bahasa ibu), artinya Tujuh Hulu dan Delapan Muara yg ada di wilayah Kondosapata. Ketujuh hulu dan delapan muara ini didiami oleh keturunan PONGKA PADANG, yg mempunyai tujuh anak dan 11 cucu.

Ke tujuh anak dan 11 cucu inilah yg membagi wilayah Kondosapata mulai dari pesisir sampai ke pedalaman/pegunungan. Konon kabarnya tanah adat KONDOSAPATA sdh berusia ratusan tahun. Tanah ini subur dan makmur yg saya temukan dalam bahasa Orang tua sbb : KONDOSAPATA UAI SAPALELEAN, TONDOK PONNO RANNU, TONDOK DIPILEI LANGSA' TONNO BUA MATASAK. TONDOK MALOMO' MASAPI, MA'KAMPIPI'BAI TORAYA. TAE' DENGAN LASUSIANNA, SALUNNA TIAMPALLEN MA'A, TIETTEN DOTILANGI, TANG SORE-SORE UAINNA, TANGKATTU KALIMBUANGNA, TANG MATTI TIMBUNNA. Artinya, kurang lebih seperti ini : KONDOSPATA UAI SAPALELEAN, adalah tanah yg penuh harapan, negeri pilihan terbaik, banjir buah-buahan, wilayah yg subur seperti lemak belut sungai, lemak babi Toraja. Negeri yg tidak ada bandingannya, sungainya terbentang jauh, bak ukiran awan di langit, airnya tak akan surut, mata airnya tak terputus dan sumurnya tak akan kering.

Semboyan, dalam bahasa Mamasa (Singgi') yg terus dilestarikan itu, kita bisa menterjemahkan betapa suburnya wilayah ini, merupakan pemberian Tuhan sehingga bumi Kondosapata menjadi wilayah yg penuh harapan TONDOK PONNO RANNU).

Sementara KONDOSAPATA UAI SAPALELEAN SENDIRI memiliki arti, sebuah sawah yg luas yg memiliki hanya satu pematang tapi airnya merata. Dalam arti sesungguhnya, walauapun wilayah ini luas, tetapi masyarakatnya mendapat hak dan keadilan yg sama.

Prinsip atau falsafah hidup yg melekat dalam nama wilayah ini sangat memperjelas JATI DIRI dan INTEGRITAS warga KONDOSAPATA.

Prinsip dan kebiasaan hidup warga di Bumi Kondospata betul-betul diimplementasikan dalam kehidupan, bahasa, adat istiadat, upacara, agama dan kehidupan sosial umum.

PRINSIP SALING MENGHARGAI dapat ditemukan dalam simbol-simbol seperti : SITAYUK, SIKAMASEI, SIRANDE MAYA-MAYA. Artinya saling menghormati, saling menghargai, saling mengasihi dan saling mengangkat satu dengan yg lain.

KONDOSAPATA dalam perubahan dari waktu ke waktu, dapat dibagi tiga. Yaitu : masa pemerintahan adat, masa pemerintahan Belanda, dan Masa Pemerintahan Repulik Indonesia.

Selama masa pemerintahan Belanda, sempat terjadi beberapa kali perubahan nama. Sebelum egresi militer Belanda (Compeni) memasuki wilayah Indonesia, wilayah ini masih bernama PITU ULUNNA SALU KARUA BA'BANA MINANGA. Namun pada awal abad dua puluhan, saat agresi Belanda (COMPENI) masuk wilayah Indonesia, wilayah KONDOSAPATA pun dikuasai pemerintah Belanda. Menurut sejarah yang dicatat Drs Adrianus Mandadung dalam bukunya. "Keunikan Budaya Pitu Ulunna Salu, Kondosapata Mamasa", Kolonial Belanda masuk wilayah Kondosapata pertama kalinya pada tahun 1907. Nah berdasarkan Staatsbland, N0 : 43 Tahun 1917, daerah Pitu Ulunna Salu dipecah menjadi dua wilayah adminstrasi, yaitu ONDERAFDELING PITU ULUNNA SALU dengan ibu kotanya di Mambi dan ONDERAFDELING BOVEN BINUANG dengan ibu kotanya di MAMASA. (Sebelumnya ada usulan ibu kotanya di Malabo). Kedua wilayah Administrasi tersebut di bawah naungan pemerintahan AFDELING MANDAR yg ibu kotanya ada di MAJENE.

Dengan pembagian wilayah ini, Belanda melihat tdk membawa dampak kemajuan. Maka berdasarkan Staatsbland No.467 Tahun 1924, Kedua wilayah ondersfdeling ini dilebur kembali menjadi satu dengan nama : 'ONDERAFDELING BOVEN BINUANG EN PITU ULUNNA SALU dengan ibu kota ada di MAMASA.

Sebagai catatan, bahwa wilayah kondosapata juga pernah diacak-acak oleh pemerintah Belanda menjadi tiga wilayah, yaitu :
1. HULF BESTUUR AMTENAR MAMBI, meliputi, enam distrik Sbb : Tabulahan, Aralle, Mambie, Bambang, Rantebulahan, Matangnga dengan ibu kotanya di MAMBI.
2. HULF BESTUUR AMTENAR MAMASA, meliputi tujuh Distrik (Kecamatan), yaitu : Messawa, Tabone, Mala'bo', Osango, Mamasa (Rambusaratu'), Tawalian. Orobua, dengan ibu kotanya di MAMASA.
3. HULF BESTUUR AMTENAR PANA', meliputi empat Distrik (kecamatan), yaitu : Nosu, Pana', Ulu Salu, Tabang dengan ibu kotanya di PANA'.

 


Rangkaian tulisan "Sejarah Lahirnya Kondosapata" adalah karya Octovianus Danunan, seorang jurnalis asal Mamasa yang kini menetap di Timika, Papua. Beliau bergabung dengan Grup Jawa Pos, ditugaskan di kota Timika memimpin salah satu perusahaan penerbitan Grup Jawa Pos bernama PT Timika Media Utama, jabatan Direktur, sekaligus Pemimpin Redaksi Radar Timika, salah satu terbitan PT Timika Media Utama. "Setelah pensiuan sebagai jurnalis, saya ingin menjadi penulis buku," katanya.

Arsip Artikel : http://mamasa-online.blogspot.com/2010_05_01_archive.html

 

Comments 

 
#1 2011-11-26 14:10
Jauh sebelum wilayah Mamasa dihuni, awalnya wilayah merupakan kawasan kekuasaan Tomakaka Tabulahan yang dijadikan tempat berburu. Tomaka Tabulahan memiliki sepetak sawah yang luas (kondo sapatak) dan tebat, atau sejenis tempat memelihara ikan yang luas (limbong kaluak). Ketika itu, tuju wilayah PUS telah memliki struktur pemerintahan adat yang masing2 berdaulat diwilayahnya dengan aturan yang disepakati bersama. Seiring perkembangan manusia. Mamasa kemudian dihuni para pendatang dari Toraja. Untuk mengatur masyarakat baru ini para pemimpin PUS sepakat meramu sejumlah aturan untuk di embankan (diparengnge'i) kepada yang dituakan oleh para pendatang yang menjadi kelompok masyarakat baru ini. Ketika penjajah Belanda datang, hawa dingin mamasa dirasa cocok untuk menjadi temapat pusat pemerintahan orang2 Eropa ini dan lahan pengembagan kristenisasi karena ketika itu hanya mamasa yang belum dimasuki ajaran agama islam.
Quote
 
 
#2 2011-11-26 14:26
Mamsa ketika itu hampir seluruh warganya menganut aliran kepercayaan aluk to dolo sementara pada saat yang sama Aralle dan Mambi serta wilayah sekitarnya sebagian warganya telah memeluk agama Islam. Belanda yang melancarkan penjajahannya dengan politik pecah belah dan memutar balik kemapanan struktur masyarakat yang ada secara turun temurun, kemudian bersekongkol dengan pribumi penghianat untuk mengacaukan persaudaraan warga PUS dengan menempatkan Mamasa seakan-akan membawahi wilayah PUS dengan karangan Kondo sapatak wai sapalelean, dengan limbong kaluaknya sebagai sebuah wilayah luas membawahi wilayah sampai pesisir, kemudian menjadikan parengngek sebagai sebutan untuk setiap pemmpin yang awalnya hanya berlaku di Mamasa. Di wilayah lain di PUS disebut Tomakaka. padahal Mamasa yang awalnya tidak didiami oleh orang-orang Tabulahan karena tandus hanyalah wilayah temapat mencari ikan dan berburu oleh Tomakaka Tabuahan.
Quote
 
 
#3 fiqri adiatma 2012-02-17 12:42
saya juga sebenarnya bingung, nama kondosapata itu lahir dr mn..??
setau saya sejrah lahirnya nma kondospata itu tidak ada, bukti2 sejrahnya jg tidak ada. jdi sampai skrang saya mengklaim bahwasnya nma kondo sapata itu di munculkan secarah sepihak oleh orang2 yang tidak bertanggung jawab.
Quote
 
 
#4 elly 2013-03-23 09:38
... kondosapata jiee.. kondosapata berarti sawah sepetak, dimana sepetak sawah ini katanya berkuasa sampai pesisir. ...tidak jelas jg ini...di paragrap terakhir katanya kondosapata diacak2 oleh belanda.. bukan di acak-acak memang kondosapata buatan belanda..apa jg kondosapata lahir pada tahun 1900an..
Quote
 
 
#5 alling 2014-01-31 15:46
kondosapata' tanah hadat wilayah sulawesi barat yg memiliki sejarah yg jelas sampai ke akar2nya. dan juga memiliki kebudayaan yg jelas. Tanah kondosapata' tanah pembolongan PUS, KBM dan PBB.
Quote
 
 
#6 Bulomahpa Tabulahang 2015-04-27 11:12
Beginilah Cara Mereka Sekarang Untuk Memutar Balik kan Sejarah,Satu perstu di rekayasa hingga dapat meyakinkan Orang lain untuk Mempercayai nya,Jangan sampai Artikel di Atas dapat Menyesat Generasi PUS dan PBB,
Quote
 
 
#7 arham 2018-01-03 19:43
tulisannya sangat bermanfaat,
Quote
 
 
#8 arham 2018-01-03 19:44
saling berbagi bro, kunjingiki beng link ini .../mandar.html ada postingan ku z alihkan k Blog ta. hahahhaha
Quote
 

Silahkan beri komentar, kalau ada link yang mati atau isinya perlu dikoreksi, laporkan juga disini.

Jawab :

Chat Box


Bagi yang ingin berbagi tulisan atau lainnya mengenai Budaya Mandar, silahkan gabung bersama kami di Komunitas Penggiat Budaya dan Wisata Mandar http://kpbwm.or.id/
Kampung Mandar Website Indonesia || Youtube|| Feeds|| Copyright © 2010-2013