Terdapat 30 Tamu online   ||   lulluare...! Sekarang hari :

 


Selamat datang di Website Kampung Mandar Sulbar Indonesia.      Diberitahukan bahwa telah dibentuk komunitas baru kami, Komunitas Penggiat Budaya dan Wisata Mandar. Bagi yang ingin berbagi tulisan ataupun lainnya, silahkan gabung bersama kami atau hubungi kontak admin pada bagian bawah web ini.
Lokasi Anda : Home Sejarah Sirumung di Tammejarra (Berkumpul di Tammejarra)

Tampil : 1619 kali.

Sirumung di Tammejarra (Berkumpul di Tammejarra)

dari Buku ASSITALLIANG MANDAR (2009), oleh Drs. ABD. MUIS MANDRA

Ada beberapa perjanjian (assitalliang) oleh Raja-Raja di Mandar pada Masa Kerajaan (Pemerintahan Tradisional), diantaranya adalah :

PERJANJIAN TAMMEJARRA

Banyak persepsi yang muncul dari penulis dan pengkaji sejarah Mandar tentang berapa kali perjanjian Tammejarra dilaksanakan. Perbedaan pendapat yang muncul dari pakar sejarah Mandar ini memang sangatlah mungkin terjadi mengingat sumber data utama yaitu lontar masih sangat sedikit yang sempat ditemukan.

Dalam penulis ini, penulis hanya menemukan sumber data yang mencatat tentang perjanjian Tammejarra yang dilaksanakan sebanyak 2 kali, yang kemudian dikenal dengan nama Perjanjian Tammejarra 1 dan Perjanjian Tammejarra 2. Namun sampai saat ini penulis juga teramat yakin kalau perjanjian Tammejarra diadakan lebih dari 2 kali.

 

Perjanjian Tammejarra 1

Perjanjian Tammejarra 1 terjadi pada sekitar abad XV masehi di Tammejarra dengan tujuan utama membicarakan penyerangan dan penghancuran kerajaan Passokorang yang mengacau hampir di seluruh wilayah Mandar pada saat itu. Rencana diadakannya perjanjian ini dibicarakan dalam satu pertemuan sebelumnya di Podang Sendana. Hanya saja, pertemuan awal ini tidak dijelaskan secara khusus, baik dalam lontar yang sama maupun dalam lontar yang lain.

Kerajaan-kerajaan yang ikut dalam perjanjian Tammejarra 1 ini adalah Kerajaan Balanipa, Kerajaan Sendana, Kerajaan Banggae, Kerajaan Pamboang, Kerajaan Tapalang, dan Kerajaan Mamuju, atau lebih tepatnya kerajaan-kerajaan yang ada di daerah pantai kecuali kerajaan Benuang yang tidak ikut serta.

Sesuai dengan tujuan utamanya, sesudah diadakan pertemuan, penyerangan dalam rangka penghancuran kerajaan Passokorang dilakukan di bawah pimpinan Imanyambungi Raja Balanipa. Tapi penyerangan pada saat itu tidak berhasil termasuk penyerangan-penyerangan selanjutnya yang dilakukan beberapa kali.

Melihat kenyataan ini, Imanyambungi merencanakan perjanjian Tammejarra 2 yang akan melibatkan semua kerajaan di Mandar. Tapi sebelum rencana pertemuan itu terlaksana, Imanyambungi wafat dan digantikan oleh putranya yang bernama Tomepayung.

Dibawah komando Tomepayung, perjanjian Tammejarra kedua dilaksanakan dan untuk pertama kalinya, seluruh kerajaan yang ada di Mandar bekerjasama dan berhasil menghancurkan kerajaan Passokorang.

Namun rencana pembentukan persekutuan seluruh kerajaan di Mandar yang digagas oleh Imanyambungi tidak terlaksana, karena yang dilakukan Tomepayung setelah berhasil menghancurkan Passokorang hanyalah membentuk persekutuan semua kerajaan yang ada di daerah pantai. Disinilah awal mula terbentuknya Persekutuan Pitu Baqbana Binanga (PBB) atau perketuan tujuh kerajaan yang ada di muara sungai.

Secara lengkap, prosesi Perjanjian Tammaejarra pertama adalah sebagai berikut :

Tepui tangngar di Podang, sirumummi tau di Tammajarra maqjuluq tangngar maqjuluq nawa-nawa mammesa pattuyu mappenduku mappendongan aburassunganna Passokkorang.
Nauamo litaq di Napo ; "Meq-apai tangngarna litaq di Sendana?"
Nauamo Sendana ; "Meq-apai mieq banggae, Pamboang, Tapalang, Mamuju?"
Nauamo Banggae ; "Balanipamo annaq Sendana namapia maq-anna tangngarang"
Mattimbaqmi Pamboang, Tappalang, annaq Mamuju mappattongang loana Banggae.
Naoamo litaq Napo ; "Natumbiringi natuppattoi litaq di Mandar, moaq iqdai mala lumbang pasoranna pasoranna passokkorang, ropoq kotana. Tammalami mattittoq bannis tau maiqdittaq, tammala tomi mandundu uwai saq-ammeang, napateng aburasssunganna Passokkorang meabong allo wongi. Innang nani bunduppai Passokkorang siola nebeta topai maqbunduq annaq mala lewa litaqtaq di Mandar, anna mala maq-ita tindo tau maiqdittaq".
Nauamo Sendana : "Tongang sannaq-i paunna Napo. Matemi Maraqdia ibaro-baro napatei maraqdia Passokorang, nala topa bainena. Tanniua madzondong tanniua duambongi itaq towomo nalelei, moaq mangande apimi agennggeanna Passokorang. Pissangi Napo meloq maq-anna bunduq kayyang, pessappuloaq adoq, apaq dotai lao nyawa dadzi nalao siriq. Meq-apai tangngarna Banggae, Pamboang, Tapalang, Mamuju?"
Siramba-rambangammi mattimbaq paunna Sendana maq-ua : "Inna mapia nasanga Sendana siola Balanipa, nani pomate nani potuo pemali nani peppondoq-i".
Nauamo Sendana : "Bunduqdi tutia nirumungang tau nipammesang pattuyu, nisipomateang nisipotuoang. Litaq annaq tau, odzi adzaq odzi biasa tia".
Nauamo Napo : "Padza nipeadaq-i adaqtaq padza niperapangi rapattaq, litaq anjoriq simemanganna, tau tipatettoi. Padza niposoe soeta padza nipojappa jappataq di litaqta. Iya tia muaq dilalang bunduq-i tau, mesai bamba mesa toi kedzo, mate sammateang tuo sattuoang. Moaq messummi digumana anu matadzattaq, pemali membaliq digumana moaq iqdai malele bunduq. Dotai karewa limbang diaja dadzi nakarewa manyomba. Iya-iyannamo tau meppondoq dibunduq mamboeq allewuang, puppus sorokawu, niala topa litaqna siola taunna niware-ware. Ammongi tanni baqbarang uru pau pura loa, limbang nyawa tallallaq pura loa".

Terjemahan :
Setelah bulat pertimbangan di Podang, berkumpullah kita di Tammejarra melakukan musyawarah mufakat, bertekat bulat duduk tengadah mamikirkan kekejaman Kerajaan Passokkorang. 
Berkata Napo ; "Bagaimana pertimbangan Sendana?:
Berkata Sendana ; "Bagaimana juga pertimbangannya Banggae, Pamboang, Tapalang, Mamuju?"
Berkata Banggae ; "Balanipa saja dengan Dendana yang berembuk, Pamboang, Tapalang, Mamuju mambenarkan saran Banggae."
Berkata Sendana ; "Bagaimana pertimbangan Napo?"
Berkata Napo ; "Mandar terancam hancur jika jika tembok dan benteng kekuatan kerajaan passokkorang tidak dihancurkan. Rakyat banyak tidak akan bisa memakan sesuap nasi dan meminum air walu seteguk karena kekejaman passokkorang yang selalu menghantui siang malam. Harus kita serang dan kalahkan demi kesalamatan daerah Mandar serta ketenangan rakyat kita."
Berkata Sendana ; "Benar sekali pendapat Napo.Raja Ibaro-baro sudah mati dibunuh Raja Passokkorang, lalu istrinya juga di ambil. Tidak besok tidak lusa, mingkin kita lagi yang punya giliran jika Passokkorang semakin merajalela membakar bagai kobaran api. Satu kali nepo berkata mau memerangi Passokkorang, sepuluh kali kami menyetuju. Lebih baik nyawa melayang dari pada harga diri yang hilang. Bagaimana pandapat Banggae, Pamboang, Tapalang, Mamuju?"
Bersamaan Pamboang, Banggae, Tapalang, Mamuju manjawab ; "Mana-mana yang ditetepkan oleh Sendana dan Balanipa, mati hidup kami mandukung dan pantang mengingkarinya."
Berkata Sendana ; "Kita berkumpul karena tekad dan semangat untuk berperang, sehidup semati mempertahankan wilayah menyelamatkan rakyat, karena itu sudah manjadi tanggung jawab dan adat kebiasaan."
Berkata Napo ; "Kita tetap berjalan sesuai adat dan aturan masing-masing. Wilayah sudah ada batasnya memang sudah menjadi aturan, begitu juga dengan masyarakat. Hanya saja, dalam perjuangan atau peperangan kita harus tetap satu kata dengan perbuatan, memegang prinsip mati sati mati semua, hidup satu hidup semua. Bila senjata tajam sudah keluar dari sarungnya, tabu dimasukkan kembali bila peperangan belum tuntas, lebih baik mati dari pada akan menyerah. Siapa-siapa diantara kita yang lari dari perjuangan/peperangan mengingkari sumpah dan janji, akan hidup melarat, wilayahnya dirampas dan rakyatnya dibagi-bagi. Pegang erat perjanjian walaupun nyawa jadi taruhannya."

 

bersambung... Perjanjian Tammejarra 2

 

Comments 

 
#1 ENCO 2013-05-09 06:08
yg di maksud dgn passokkorang itu apa. & dari mana asal usul mereka, apa mereka dari mandar atau luar mandar
Quote
 

Silahkan beri komentar, kalau ada link yang mati atau isinya perlu dikoreksi, laporkan juga disini.

Jawab :

Chat Box


Bagi yang ingin berbagi tulisan atau lainnya mengenai Budaya Mandar, silahkan gabung bersama kami di Komunitas Penggiat Budaya dan Wisata Mandar http://kpbwm.or.id/
Kampung Mandar Website Indonesia || Youtube|| Feeds|| Copyright © 2010-2013