Terdapat 47 Tamu online   ||   lulluare...! Sekarang hari :

 


Selamat datang di Website Kampung Mandar Sulbar Indonesia.      Diberitahukan bahwa telah dibentuk komunitas baru kami, Komunitas Penggiat Budaya dan Wisata Mandar. Bagi yang ingin berbagi tulisan ataupun lainnya, silahkan gabung bersama kami atau hubungi kontak admin pada bagian bawah web ini.
Lokasi Anda : Home Sejarah Hj. Andi Depu (Arayang Balanipa)

Tampil : 3837 kali.

Hj. Andi Depu (Arayang Balanipa)

Hj. Puang Depu Arayang Balanipa gelar Ibu Agung

Pejuang-pejuang Wanita Mandar seperti : Puang Depu Arayang Balanipa yang ke-53, Haji Maemunah Pance, St. Jala' Hamzah, Ruaidah Rauf, Rosmiani Achmad, Haji Habibah Pawannari, Haji Ummihani Salam bukanlah barang baru di Mandar.

Di muka daripada pejuang-pejuang tersebut di atas terdapat : I Latta permaisuri Arayang Pamboang Ajuara, dan Haji Jamilah isteri Kaco Puang Ammana I Pattolawali Mara'dia Malolo Pamboang dan Banggae. Kedua Srikandi ini tetap mendampingi suaminya dalam keadaan aman maupun dalam keadaan perang bahkan sampai ke pengasingan. Keduanya sangat taat beragama ini dibuktikan dengan judul Haji yang telah berhasil dijunjungnya.

Selama dalam perang dan perjuangan melawan Belanda, tidak satupun kata yang diucapkan yang bernada penyesalan untuk merendahkan moral dan semangat suami dan pasukannya. Mereka melepaskan suaminya ke medan pertempuran dengan pesanan :
Ingat terus kepada Tuhan Yang Maha Esa
Besarkan Moral dirimu dan pasukanmu.
Kematianmu dan kematian pasukanmu adalah kematian yang paling mulia daripada segala macam kematian.
Syahid bagimu karena lawanmu adalah orang-orang kafir dan anti Tuhan.

Sebelum goresan ini di akhiri, Penulis (ANDI SYAIFUL SINRANG) akan mengungkit sedikit bunyi komando salah seorang Wanita Pejuang 45 yang tersebut di atas dalam bahasa Mandar sebagai berikut "Moa' namunduro-o mie' Tommuane, alai mai lasomu" artinya "Jika laki-laki akan mundur dalam perjuangan ini, lebih baik kelaki-lakianmu serahkan kepada kami" Komando ini penulis (ANDI SYAIFUL SINRANG) yang termasuk pengikut beliau masih sempat mendengar dari mulut beliau sendiri. Jelasnya; Perjuangan kita belum selesai.

Haji Puang Depu Arayang Balanipa yang dikenal juga dalam kalangan masyarakat Mandar sebagai Ibu Agung. Beliau telah mendapat Anugerah Tertinggi dari Negara Republik Indonesia yaitu BINTANG MAHA PUTRA TINGKAT IV (informasi dari saudara H. Masdar Pasmar). Kepada wanita khususnya, agar meneladani semangat yang dimiliki oleh pejuang kita di atas demi melaksanakan tugas pembangunan yang dibebankan Negara kepadamu.

(Sumber : Buku MENGENAL MANDAR SEKILAS LINTAS, oleh ANDI SYAIFUL SINRANG, Penerbit Group "Tipalayo" Polemaju Mandar, Tahun 1980, halaman 47 s/d 48)

 

Komentar : 

 
+1 #1 2011-08-01 23:06
Assalamualaikum ....
Saya senang membaca artikel ini ... sebab.. kedua orang tua saya belum pernah bercerita tentang kisah ini .. walaupun sebenarnya Nenek Saya Bersaudara Dengan Andi Syaiful Sinrang

mua` diang elong` mandar .. meloa` ingarang .. hehehe tolong di posting dulu mp3 lagu2 mandar punya Andi Syaiful Sinrang..
andianga macanga mappau mandar sola...

saya rindu dengan Andi syaiful sinrang .. kalau datang ke rumah pasti dia karaoke .. hehhe

salam pale dngan yg punya ini web ... salam kenal ..
Balas komentar ini
 
 
#2 2011-10-20 12:47
Lita iasayaanni lita maandar
Balas komentar ini
 
 
+1 #3 2011-10-20 12:50
Kalau bisa sejara mandarx lengkap dengan silsila keturunanx rajax
Balas komentar ini
 
 
#4 Andi Samsul Alam Parenrengi De 2013-04-08 05:20
Trima kasih sebab meluaskan artikel sejarah ibu agung ke internet masa kini, smoga khalayak ramai khas nya suku kaum Mandar dapat memahami sila-sila Kerajaan Mandar yang sebenar nya, di samping ianya tidak luput di telan zaman..... saya amat berbangga dan mengucapkan ribuan terima kasih kepada yang terlibat dalam penerbitan ini, sebab saya adalah salah seorang ahli waris terdekat Kerajaan Mandar Balanipa, yaitu anak kepada Andi Baso Parenrengi Depu. (from Sabah Malaysia)
Balas komentar ini
 
 
#5 gufran 2013-07-31 03:33
'''' saya pernah datang ke rumah seorang wanita tua di Makassar rumahnya sekitar pasar sentral Makassar, saya datang bersama tante saya...diisela-sela percakapan dengan kami orang tua tersebut sempat menanyakan '' apa sudah ada Tugu Pahlawan di Karama " sampai sekarang saya selalu bertanya-tanya knp sampai bisa orang tua tersebut menanyakan keberadaan tugu pahlawan di Karama, ada apa dengan Karama sebenarnhya
Balas komentar ini
 
 
#6 Andi Ilham bambang parenrengi 2013-09-25 16:47
Assalamu Alaikum Wr.Wb
terima kasih banyak kpd yg telah membuat posting ini ,kami keluarga besar Almarhumah Hj.Andi Depu...
Andi Ilham Bambang Parenrengi Depu ( 0821 950 33333 )
Balas komentar ini
 
 
#7 Nurfaidah 2014-06-29 12:57
Sangat terkesan jika benar - benar disikapi budaya kerajaan apa lagi seorang pahlawan yang telah banyak menunjukkan kepemimpinannya di tengah - tengah masyarakat sungguh jauh perbedaan yang dirasakan saat sekarang ini dengan pemerintahan di banding di waktu masih sistem kerajaan yang berkuasa untuk memimpin kita dari setiap daerah sama halnya yang saya mengikuti sejarah nenek saya yaitu sebagai seorang sulthan daerah masih sangat tradisional dengan menggunakan tenaga budak hingga sampai sekarang tetap terpelihara dan terjaga oleh kalangan masyarakat pada daerah itu dimana nenek saya menjabat di waktu .
Balas komentar ini
 
 
#8 shaleh Muhammad 2014-08-27 10:15
Mandar punya kita,, maaf sebelumnya jika ada postingan yang berbicara mengenai mandar, kalau bisa jangan terlalu sempit , kalau bisa berbicaralah sedikit tentang .apa itu mandar? Dimana? Siapa? Setdaknya teman2 semua bisa memahami secara jelas, karena mandar itu luas, ada PUS DAN PBB...hehehe.oky semga alamrhuma HJ Andi Depu diberikan kemuliann disisinya....amin, maaf sbelumnya saya Mandar PUS,Rantebulaha n
Balas komentar ini
 

Gunakan kotak komentar ini juga apabila ada konten yang ingin dikoreksi.

Security code
Refresh

Chat Box


Bagi yang ingin berbagi tulisan atau lainnya mengenai Budaya Mandar, silahkan gabung bersama kami di Komunitas Penggiat Budaya dan Wisata Mandar http://kpbwm.or.id/
Kampung Mandar Website Indonesia || Youtube|| Feeds|| Copyright © 2010-2013