Terdapat 17 Tamu online   ||   lulluare...! Sekarang hari :

 


Selamat datang di Website Kampung Mandar Sulbar Indonesia.      Diberitahukan bahwa telah dibentuk komunitas baru kami, Komunitas Penggiat Budaya dan Wisata Mandar. Bagi yang ingin berbagi tulisan ataupun lainnya, silahkan gabung bersama kami atau hubungi kontak admin pada bagian bawah web ini.
Lokasi Anda : Home Sejarah Imanyambungi (Todilaling) - Raja I Kerajaan Balanipa

Tampil : 22056 kali.

Imanyambungi (Todilaling) - Raja I Kerajaan Balanipa

Awal mula berdirinya Kerajaan Balanipa Mandar bermula dari persekutuan ”Appe Banua Kaiyang“ (Empat Rumah Besar) yaitu : Napo, Samasundu, Mosso dan Todang Todang Keempat Banua Kaiyang tersebut sepakat mendirikan Kerajaan Balanipa di Mandar.

Posisi kerajaan Balanipa dalam Pitu Ba`bana Binanga adalah sebagai bapak/ketua dan sekaligus sebagai pemeran pokok dalam sejarah perkembangan kerajaan-kerajaan di Pitu Ba`bana Binanga. Imanyambungi, putra Tomakaka napo sebagai raja pertama.

I Manyambungi berasal dari Napo, semasa kecil beliau sering bersabung ayam dengan sepupunya anak Tomakaka Napo. Suatu ketika I Manyambungi bersama sepupunya tersebut mengadakan adu ayam (sabung ayam) namun ayam I Manyambungi pada saat itu kalah dan akhirnya I Manyambungi membunuh sepupunya karena merasa malu. Karena peristiwa itulah beliau melarikan diri ke Gowa dengan menumpang perahu Makassar atas usulan Pappuangan Mosso di Campalagian.

Setelah sampai di Gowa Ia ditempa menjadi “Juak” anggota militer kerajaan Gowa bahkan pihak kerajaan Gowa pada waktu itu memberi kepercayaan kepadanya untuk memimpin tentara memerangi musuh-musuh kerajaan Gowa. Imanyambungi menjabat sebagai salah seorang panglima Perang (Tobarani) Kerajaan Gowa di zaman pemerintahan Tumaparissi Kalonna (1510-1546).

Kepopuleran I Manyambungi tersebut didengar oleh pemuka-pemuka masyarakat di daerah asalnya (Mandar), diperburuk oleh adanya kekacauan di dalam negeri waktu itu. Kondisi ini dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh pemuka masyarakat Mandar untuk menghadap raja Gowa, meminta agar mengembalikan I Manyambungi ke Tanah kelahirannya (Tanah Mandar).

Kehadiran I Manyambungi sangat diharapkan, memulihkan tanah Mandar dari kekacauan. Kembalinya I Manyambungi dari Perantauan sekaligus merupakan tonggak sejarah baru bagi kerajaan Balanipa.

Keberhasilannya menyelesaikan perselisihan yang terjadi itu, menyebabkan ia dipilih dan diangkat menjadi pemegang kendali kekuasaan pertama di kerjaan Balanipa yang dibentuk dari pesekutuan Empat negeri besar (Appe Banua Kaiyyang) yaitu, Napo, Samasundu, Todang Todang dan Mosso, sekitar abad XV tepatnya tahun 1520 M, waktu itu agama Islam belum masuk di Sulawesi Selatan. Pusat pemerintahan Kerajaan ditetapkan di Napo sebagai Ibukota Kerajaan Balanipa suatu wilayah yang sejak lama dikenal sebagai bandar niaga.

Di bawah pemerintahan Imanyambungi, kerajaan Balanipa Mandar berkembang menjadi besar dan mempelopori persekutuan Kerajaan Pitu Ulunna Salu dan Pitu Ba’bana Binanga yang wilayahnya meliputi daerah Paku sampai Suremana (Wilayah Sulawesi Barat).

I Manyambungi mempersunting seorang gadis anak keluarga raja Gowa yang dari perkawinan itu lahirlah Tomepayung Raja Balanipa kedua. Ketika Imanyambungi mangkat, beliau digantikan oleh putranya Tomepayung.

Imanyambungi dimakamkan dengan ritual kerajaan. 40 orang yang setia pada Imanyambungiyang teridiri dari Pattu’du (penari), dayang dayang serta para pengawalnya ikut serta kedalam liang lahat sampai wafat bersamanya. Seluruh persiapan makanan dan peralatan ritual dibawah serta kedalam liang lahat tersebut. Ritual inilah yang menjadikan Imanyambungi memperoleh gelar dengan sebutan TODILALING (orang yang diangkut bersama dengan perlengkapannya). Gelar ini lebih populer dikalangan orang Mandar dibandingkan nama Imanyambungi sendiri.

Makam Todilaling sampai sekarang dapat disaksikan diatas bukit Napo dibawah kerindahan pohon beringin yang menaunginya.

 

Comments 

 
#1 2011-09-29 12:27
Alhamdulillah, ada juga blog tempatnya orang-orang Mandar Kerenn 8)

Saya orang mandar asli. Saya senang dengan blog ini karena bisa menjadi bahan referensi untuk mempelajari budaya mandar lebih lanjut.

Keep posting ya
Quote
 
 
#2 rajab 2012-11-21 17:37
Yg sy pertanyakan.... daerah mana yg memprakarsai terbntuknya " Appe Banua Kaiyang " tolong penjelasannya.
Quote
 
 
#3 uci 2012-11-23 16:48
sy pernah dengan dari zaman kerajaan gowa waktu dipimpin Sultan hasanuddin, ada hubungannya dengan raja mandar. saya mau tau jelas. sapa tau bisa dibantu luluare'. hubungan apa yang terjadi pada waktu itu. thanks
Quote
 
 
#4 ASRUL 2012-12-29 17:58
bangga jadi orang mandar...
Quote
 
 
#5 ilham 2013-04-23 09:15
Mestinya pemda Melalui Dinas Pendidikan dan Dinas Budaya dan Pariwisata menjalankan Kebijakan dengan memasukkan Sejarah Mandar dalam Kurikulum Sekolah Berbasis Muatan Lokal agar para Generasi mandar di sini tdk ketinggalan dan buta akan Sejarah Nenek Moyangnya.....
Quote
 
 
#6 kyky bangsawan 2013-05-09 09:12
yang ingin saya tanyakan.. apakah ada perbedaan antara pitu ba'bana binanga dan pitu ulunna salu..
saya tanyakan klarena saya adalah keturunan dari pitu ba'bana binanga
Quote
 
 
#7 abhy tho dakka 2013-07-06 07:08
pertanyaan kecil yang sampai sekarang jawabanx nga ada tapi malah jadi bangga... apakah itu mandar.. dia itu suku ataw kerajaan....
Quote
 
 
#8 admin 2013-07-07 07:07
Quoting abhy tho dakka:
pertanyaan kecil yang sampai sekarang jawabanx nga ada tapi malah jadi bangga... apakah itu mandar.. dia itu suku ataw kerajaan....

Mandar itu awalnya bukan nama suku, bukan nama bahasa, bukan nama orang apalagi nama kerajaan.. tapi diperkirakan awalnya hanya nama Sungai(ada hulunya dan ada muaranya) - Sungai Tinambung, Polman.
Quote
 
 
#9 wawan 2013-07-19 02:03
Bangga jadi orang mandar.....
Quote
 
 
#10 Fitria manda syahry 2013-10-04 03:50
emmh sya kemarin baru2 berkunjung ke makam imanyambungi..dan aq mendapatkan pelajaran yg semetinya di website ini thanks yahh
Quote
 
 
#11 Adhe Wiwi Burhan 2013-10-26 09:20
suasana di pemakaman todilaling sangat indahh,,,,
Quote
 
 
#12 aidhilah 2013-12-08 04:40
ingga' ap'' pass hari minggu kmarin jatuh dati tangga tomepayung asal bisa menyaksikan sendiri kuburannx raja qta' dulu
Quote
 
 
#13 Razeed mandar 2013-12-24 08:05
Hmm...((((To piya...itu apa???????????bingung...Batas mosso itu dri mana?thank"s
Quote
 
 
#14 muflih to tinggas_tinggas 2013-12-26 09:08
Yang paling unik jika kita menghitung anak tangga bersamaa pasti tidak sama hitunganya. Klo tidak percaya buktikan sendiri diDesa Napo, Kec.Limboro, Kab.Polewali Mandar Prov.Sulawesi Barat
Quote
 
 
#15 SURYA 2014-01-29 16:32
iBU SULTAN HASANUDDIN ADALAH ORANG MANDAR...
PEMPRAKARSA APPE BANUA KAYYANG BATULAYA, LOMBOK LIMBORO
Quote
 
 
#16 MisRah Manizt 2014-02-04 12:30
mandar itu dulunya sebuah kerajaan besar dan tdk hanya i2 masih banyak lg kerajaan d mandar cmn seiring dengan berjalanx waktu kerajaan i2 pun diubah jad suku....
yang sekarang berada pda provinsi sulawesi barat..
Quote
 
 
#17 hamisa mile 2014-03-12 07:45
siapa nama ibu dr raja todilaling
Quote
 
 
#18 amma 2014-03-15 06:28
:eek:
Quote
 
 
#19 amma 2014-03-15 06:30
Quoting hamisa mile:
siapa nama ibu dr raja todilaling

ndg qw taw iy jga'
Quote
 
 
#20 bahri 2014-04-09 14:05
terima kasih infonya...
luluare raja balanipa sampai berapa kah? penasaran,ka.
Quote
 
 
#21 BAHRI 2014-09-19 06:52
MAaf saudara bisa di jelakan sedikit isllamisasi islam di balanipa pada masa kerajaan kannasunan..?
supya kami juga tau bgaiman sejarah masuk nya di krjaan pallis,
makasih,
Quote
 
 
#22 YUSRAN 2014-12-10 12:54
SAYA MAU MINTA TOLONG SAUDARA, saya pernah dengar ARAYANG KALULA, tolong bantu cari tau ARAYANG KALULA itu apa
Quote
 
 
#23 Hardi Yuda 2014-12-14 05:50
ingin tahu banyak
Quote
 
 
#24 abdillah 2014-12-27 04:51
web ini cukup bagus untuk memberikan pelajaran tentang sejarah tapi saya cuman mau mempertanyakan kenapa tidak diposting nama-nama raja (SILSILAH) mulai dari raja pertaman I manyambungi sampai kepada raja-53 ibu agung andi depu, biar lebih lengkap web tentang sejarah tersebut KARENA SEMUA MEMILIKI SEJARAH
Quote
 
 
#25 Aco 2015-04-20 04:33
Jngan trrlalu membawa nama suku mandar, apalagi tentang prasejarahx,, klw gk memahami asal mulax. . Maaf tmn2 sy asli dr mandar tinambung yg dulux disebut balanipa, , rmh q disepang pinggiran sungai tinambung. Thngks
Quote
 
 
#26 Didin 2015-06-14 08:22
alangkah bagusnya pemerintah sulawesi barat menerapkan budaya zam dulu kepada anak2 sekarang lewat sekolah sehingga anak2 sekarang bisa tau tentanfg asal mula nene moyang di tanah mandar,,
Quote
 
 
#27 daeng nai 2015-09-18 00:31
Ibu sultan Hasanuddin bangsawan laikang kab. Takalar
Quote
 
 
#28 Aswar 2015-11-29 01:59
Dear admin

nama saya aswar mubarak hamid saya lahir di jakarta saya seorang project engineer di sebuah perusahaan swasta. menurut tante saya di makassar saya adalah turunan marradiyah, apakah marradiyah itu??. dan keluarga kami juga katanya punya lontarra... kakek saya memang asli mandar,
Quote
 
 
#29 nyaks 2016-06-14 03:55
Salam kenal semua.....
Saya masih turunan mandar balanipa meskipun saya lahir dijawa....
Sepengetahuan saya Maraqdia itu anak raja....
kalau lontarak itu buku sejarah kerajaan.....
Quote
 
 
#30 ahmad 2016-07-08 07:21
ibu sultan hasanuddin it orng kaili
Quote
 
 
#31 Nannah Art 2016-08-04 14:55
Kak, tolong sejarah sayang-sayang Mandar, sangat butuh utuk skripsi
Quote
 
 
#32 alif adrian 2016-09-03 19:42
Menurut sy semestinya peninggalan2 raja mandar dlu di buatkan museum sehingga org luar dpt mempercayai bahwa kerajaan mandar mmang ada
Quote
 
 
#33 dodi 2016-09-07 20:33
Quoting Aswar:
Dear admin

nama saya aswar mubarak hamid saya lahir di jakarta saya seorang project engineer di sebuah perusahaan swasta. menurut tante saya di makassar saya adalah turunan marradiyah, apakah marradiyah itu??. dan keluarga kami juga katanya punya lontarra... kakek saya memang asli mandar,

anda termasuk keturunan raja
Quote
 
 
#34 Gunawan ARB Dg. MATTAWANG 2016-09-16 11:51
Cerita diatas persis yang diceritakan oleh Alm. Ayahanda A. RASJID BASILONG. Sy harap silsilah keturunan Todilaling dapat di share juga. Makasih sebelumnya
Quote
 

Silahkan beri komentar, kalau ada link yang mati atau isinya perlu dikoreksi, laporkan juga disini.

Jawab :

Chat Box


Bagi yang ingin berbagi tulisan atau lainnya mengenai Budaya Mandar, silahkan gabung bersama kami di Komunitas Penggiat Budaya dan Wisata Mandar http://kpbwm.or.id/
Kampung Mandar Website Indonesia || Youtube|| Feeds|| Copyright © 2010-2013