Terdapat 19 Tamu online   ||   lulluare...! Sekarang hari :

 


Selamat datang di Website Kampung Mandar Sulbar Indonesia.      Diberitahukan bahwa telah dibentuk komunitas baru kami, Komunitas Penggiat Budaya dan Wisata Mandar. Bagi yang ingin berbagi tulisan ataupun lainnya, silahkan gabung bersama kami atau hubungi kontak admin pada bagian bawah web ini.
Lokasi Anda : Home Video Lainnya Perahu Kuno Mandar (Sandeq) berlayar dari Mandar ke Jepang

Tampil : 9158 kali.

Perahu Kuno Mandar (Sandeq) berlayar dari Mandar ke Jepang

oleh Muhammad Ridwan Alimuddin
dikutip dari http://luar-negeri.kompasiana.com/


Pakur di timur Pulau San Teodoro, Filipina (Foto: The Sea Great Journey)

Selasa, 15 Juni 2011, saya mendapat email dari teman saya, Aziz Salam, Dosen Universitas Gorontalo yang mendampingi pelayaran The Sea Great Journey: Mandar – Jepang. Dia mengabari kabar terbaik selama ekspedisi: akhirnya tiba di Jepang.



Apabila anda ingin mendownload video ini, gunakan aplikasi Internet Download Manager versi 6 atau diatasnya.
Download Internet_Download_Manager.zip


Proyek pelayaran ini dimulai 2008 lalu. Bersama beberapa kolega, termasuk Azis Salam, saya mendampingi Prof. Yoshiharu Sekino dan timnya, mengunjungi beberapa wilayah di Indonesia mempelajari budaya maritim. Singkat cerita, Mandar dipilih sebagai lokasi yang masyarakatnya akan membuat perahu dan pelautnya akan bersama orang Jepang melayarkan perahu ke Jepang.

13 April 2009, perahu yang dibuat amat kuno, Pakur dan Jomor, mulai berlayar dari Teluk Mandar. Tepatnya Dusun Lambe, Desa Karama, Tinambung, Polewali Mandar, Sulawesi Barat. Uniknya, pelayaran ini tidak boleh menggunakan mesin dan dayung. Jadi wajar perahu tiba setelah berlayar hampir tiga tahun. Tapi memang sering berhenti sebab cuaca buruk.

Saya sebagai peneliti hanya terlibat di proses awal, khususnya riset tentang pembuatan perahu ini. Di mana lokasi pembuatan, membantu merekrut tukang, pelayar, dan dokumen perjalanan 6 pelaut Mandar. Ikut berlayar rute Tarakan – Malaysia; sebelum dan untuk selanjutnya oleh saudara Azis Salam.

Syukurlah, ekspedisi 3.000 km ini dengan idealisme “gila”. Prof. Sekino ini telah terwujud.

Berikut isi email saudara Azis Salam.


Yth. Sdr. Ridwan

Jomon dan Pakur sudah mencapai finish di Pelabuhan Ishigaki, Pulau Ishigaki, Okinawa.

Info berikut tolong di beritakan di media yang bisa diakses, koran mandar, radar sulbar, ataupun panyingkul.


Setelah berlayar selama 36 jam dari Pelabuhan Chenggong, pantai timur Taiwan bagian selatan, Jomon dan Pakur mencapai pantai barat Pulau Iriomote - Okinawa dan berlabuh semalam di tempat itu. Jomon dan Pakur meninggalkan Taiwan pada pukul 09.00 pagi tanggal 10 Juni 2011 dengan angin selatan yang bertiup terus menerus selama pelayaran. Sebelum berlayar team The Great Journey sempat khawatir dengan kemunculan Taipun No.3, tapi karena taipun (angin topan puting beliung) mengarahj ke sebelah selatan pulau Taiwan dan segera akan berakhir di darata Cina, maka akhirnya tidak mengganggu rencana semula untuk berangkat pada hari itu. Sebelumnya para kru Mandar sudah menyaksikan keganasan angin topan Taipu No.2 yang terjadi di Basco, Pulau Batanes Filipina, yang membuat mereka harus menunggu sekitar seminggu.

Dengan memperhitungkan arus Kuro Shio yang berkecapatan sekitar 3 knot ke arah utara, Jomon dan Pakur memutuskan untuk berlayar menyeberangi Laut Cina dengan arah pelayaran Timur serong sedikit ke utara (arah 80 derajat) dan berharap dengan dorongan arus yang membawanya ke utara akan mencapai pulau-pulau bagian selatan Okinawa.

Angin Selatan yang bertiup kencang (10 sampai 12 meter per detik) serta arus Kuro Shio yang mengalir kontinu dengan kecepatan 3 - 4 mil per jam (knot) menimbulkan gelombang dengan alunan setinggi 2,5 - 4 meter.

Sekitar pukul 09.00 malam tanggal 11 Juni 2011 Jomon dan Pakur buang sauh di Pulau Iriomote untuk beristirahat sejenak. Pagi-pagi jam 06.00 keesokan harinya Jomon dan Pakur angkat jangkar lagi menuju timur ke Pulau Ishigaki. Angin selatan yang tetap bertiup kencang dengan ombak yang relatif masih besar (sekitar 2 meter), Jomon mengalami kesulitan menembak sasaran akhir Pelabuhan Ishigaki yang terletak di ujung Selatan Pulau Ishigaki. Badannya yang pendek dan perutnya yang bulat memang selama ini adalah kelemahannya. Jomon dengan mudah terseret arus ke utara dan akhirnya mencapai pulau Ishigaki pada sekitar pukul 11 pagi tanggal 12 Juni. Karena angin selatan tetap bertiup dengan kencangnya dan mempertimbangkan kondisi sanggilang (konstruksi penyangga kemudi) Jomon yang sudah tidak prima, diputuskan untuk tidak melakukan karakkaji (berlayar secara zig-zag) pada hari itu, tetapi menunggu angin selatan agak reda.

Pakur, dengan badannya yang panjang dan langsing, sebenarnya dapat saja mencapai sasaran dengan mudah, tetapi karena tak ingin berpisah dengan Jomon, maka Pakur pun berlabuh di tempat yang sama dengan Jomon sekitar 20 km di sebelah utara Kota/Pelabuhan Ishigaki.

Diputusakan untuk berlayar lagi pada jam 02.00 dinihari (tgl 13 Juni). Namun karena jangkar Jomon maupun Pakur tersangkut di karang dan butuh waktu sekitar 1 jam untuk melepaskannya dengan bantuan seorang penyelam (scuba diver) dari kapal pengantar. Jomon dan Pakur akhirnya berlayar ke selatan dengan angin selatan-barat-daya (kec. 7 mps) yang tentu saja tetap sangat menyulitkan bagi Jomon. Bagi Pakur kondisi itu bisa dilalui dengan baik. Setelah karakkaji yang melelahkan karena layar harus dibantu dengan gayung Jomon memutuskan untuk beristirahat sejenak dan berkonsultasi dengan Pakur yang sudah berlabuh di sebelah tanjung menunggu Jomon. Diputuskan untuk berlayar tandem dengan Pakur di depan dan Jomon mengikat tali di belakangnya.

Akhirnya dengan pelayaran karakkaji yang melelahkan, kedua perahu berhasil merapat di Pelabuhan Ishigaki pada sekitar pukul 6 sore. Matahari masih tinggi di ufuk barat, karena matahari tenggelam pada pukul 07.30 di tempat ini pada musim panas. Jarak 20 km ditempuh dalam waktu 15 jam.

Petugas pelabuhan silih berganti melaksanakan tugasnya, mulai dari agen pelayaran, karantina hewan, karantina tanaman, bea cukai, Japan Coast Guard (Jaga Pantai), dan akhirnya proses imigrasi. Setelah semua proses dilalui, maka kru baru boleh meninggalkan perahu menuju hotel tempat beristirahat. Para kru mandi kemudian menuju restoran untuk makan malam.

Rencana berikutnya adalah Jomon dan Pakur akan dibongkar dan untuk sementara disimpan di suatu tempat. Para kru akan dibawa dengan pesawat udara sampai Osaka, kemudian dari Osaka mereka akan naik kereta tercepat dunia Shinkansen ke Tokyo, sesuai keinginan mereka untuk merasakan kecepatan kereta Shinkansen ini setelah tiga tahun lamanya mereka merasakan santainya (lambatnya) pelayaran dengan Jomon.


Demikian, semoga dapat menjadi berita yang menggembirakan di Mandar dan Sulawesi.

 

 

Comments 

 
#1 2011-07-31 03:47
whatt... kok z baru tahu ni kabar yh?? Selamat... Oia, trus waktu tsunami Japan posisix dimana?
Quote
 
 
#2 admin 2011-08-02 03:55
Para pelaut qt gk kena dampaknya wkt tsunami Japan (16 Maret 2011) lalu... Baca ini sosbud.kompasiana.com/.../...
Quote
 
 
#3 TAKWIN HARUNA RUSLI 2012-03-22 19:47
;-) ;-) mangasi sanna naita...... 8) 8)
carana mandownload klik i you tube di tondo naung sebelah kiri ...... :P :P
Quote
 
 
#4 TAKWIN HARUNA RUSLI 2012-03-22 19:50
Quote:
whatt... kok z baru tahu ni kabar yh?? Selamat... Oia, trus waktu tsunami Japan posisix dimana?

mungki dia msih ad di laut kali
Quote
 
 
#5 SUPRIADI, S. Ag 2012-05-20 14:48
salam semuanya orang mandar
Quote
 
 
#6 zakir katjo 2012-10-17 15:54
Semangat yang telah ditunjukkan oleh para pelaut kita yang pantang menyerah dalam mengapai cita, patut kita teladani tuk membangun daerah mandar tercinta, semangat persatuan dan nahi mungkar kita tegakkan!!!!
Quote
 
 
#7 zakir katjo 2012-10-17 15:54
Semangat yang telah ditunjukkan oleh para pelaut kita yang pantang menyerah dalam mengapai cita, patut kita teladani tuk membangun daerah mandar tercinta, semangat persatuan dan nahi mungkar kita tegakkan!!!!
Quote
 
 
#8 meertyEnamync 2013-08-12 15:26
acheter viagra 100 mg - acheter viagra 50 mg , acheterviagraici.com/#vfcve acheter viagra pas cher
Quote
 

Silahkan beri komentar, kalau ada link yang mati atau isinya perlu dikoreksi, laporkan juga disini.

Jawab :

Chat Box


Bagi yang ingin berbagi tulisan atau lainnya mengenai Budaya Mandar, silahkan gabung bersama kami di Komunitas Penggiat Budaya dan Wisata Mandar http://kpbwm.or.id/
Kampung Mandar Website Indonesia || Youtube|| Feeds|| Copyright © 2010-2013